RESUME DIARE PADA ANAK
TINJAUAN KASUS
A.
Data Umum
1.
Identitas
klien
·
Nama : An. “R’
·
Tgl Lahir :
06 September 2011
·
Umur : 2 tahun 9 bulan
·
BB
: 10 kg
·
Jenis kelamin : Laki-laki
·
Alamat : Balang Baru 3
·
Agama : Islam
·
Diagnosa : Diare
2.
Identitas
Orang Tua
a. Ayah
·
Nama : Tn. J
·
Umur : 33 tahun
·
Agama : Islam
·
Alamat :
Balang Baru 3
·
Pekerjaan : Swasta
b. Ibu
·
Nama : Ny. D
·
Umur : 29 tahun
·
Agama : Islam
·
Alamat :
Balang Baru 3
·
Pekerjaan : IRT
B.
Pengkajian
1. Keluhan
utama :
ü BAB encer sudah 3x
2. Riwayat
keluhan utama :
Ibu klien mengatakan
sejak kemarin BAB anaknya encer, disertai
demam, mual dan sakit perut.
3. Riwayat
penyakit dahulu :
Klien sudah pernah
masuk RS dengan penyakit yang sama, oleh
karena itu ibu klien langsung membawa ke RS. Untuk berobat.
4. Riwayat
penyakit keluarga
Ibu klien mengatakan
adik klien juga pernah menderita penyakit yang sama
C.
Pemeriksaan
Fisik
a. Kesadaran
: Compos Mentis
b. TTV : S : 38oC
P : 45 x/i
N : 99xi
c. Sistem
pernapasan
a. Hidung
Inspeksi : - simestris kiri dan kanan
-
Tidak ada sekret
-
Terlihat pernapasan
cepat
Palpasi : -
Tidak ada nyeri tekan
b. Lehar
Inspeksi : -
Tidak ada pembengkakan atau massa
Palpasi : -
Tidak pembesaran kelenjar limfe
- Tidak
ada pembesaran kelenjar tiroid
- Tidak
ada pembesaran vena jungularis
c. Dada
Inspeksi : - Barrel chest
- Pernapasan
dada
Palpasi : -
Tidak ada kelainan
Perkusi : -
Suara paru normal
Auskultasi : - tidak terdengar suara bunyi napas tambahan
D.
Pengelompokan
Data
DS
:
ü Orang tua klien mengatakan anaknya demam sudah 2 hari
ü Orang tua klien mengatakan anaknya mual dan muntah sudah
3x
ü Orang tua klien mengatakan BAB anaknya encer dialami
3x sejak kemarin
ü Orang tua klien mengatakan anaknya nyeri pada bagian
perut
DO :
ü Klien tampak demam
ü Klien tampak mual
ü Klien tampak lemas
ü Klien tampak gelisah karena sakit pada bagian perutnya
ü TTV : S : 38oC
P : 45 x/I
N : 99xi
E.
DIAGNOSE
KEPERAWATAN
1.
Kekurangan
volume cairan berhubungan dengan kehilangan berlebihan melalui feses dan muntah
serta intake terbatas (mual).
2.
Hipertermi berhubungan
dengan proses inflamasi
3.
Nyeri akut berhubungan
dengan hiperperistaltik usus
4.
Perubahan nutrisi
kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan gangguan absorbsi nutrient dan peningkatan
peristaltic usus.
F.
INTERVENSI
1.
Kekurangan
volume cairan berhubungan dengan kehilangan berlebihan melalui feses dan muntah
serta intake terbatas (mual).
Ø Tujuan : Klien mendapatkan pemenuhan cairan yang
adekuat
Ø Intervensi :
1)
Berika cairan
oral dan parenatal sesuai dengan program rehidrasi
R : Sebagai upaya rehidrasi untuk mengganti cairan
yang keluar bersama fases
2)
Pantau intake
dan output
R :Memberikan informasi status keseimbangan cairan untuk
menetapkan kebutuhan cairan pengganti
3)
Kaji tanda
vital, tanda dan gejala dehidrasi dan hasil pemeriksaan laboratorium
R
: Menilai status hidrasi, elektrolit keseimbangan asam basa
4)
Kolaborasi pelaksanaan
terapi definitive
R :Pemberian obat-obatan secara kausal penting setelah
penyebab diare diketahui
2.
Hipertermi berhubungan
dengan proses inflamasi
Ø Tujuan : Suhu tubuh klien menurun, atau suhu tubuh klien
kembali normal
Ø Intervensi :
1)
Kaji tingkat hipertermi
R
: Untuk mengetahui proses inflamasi yang terjadi pada klien
2)
Anjurkan orang
tuau ntuk memberikan kompres air hangat
R
: Membantu untuk menurunkan suhu tubuh
3)
Kolaborasi dengan
dr. tentang pemberian obat
R
: untuk mempercepat proses penyembuhan
3.
Nyeri akut berhubungan
dengan hiperperistaltik usus
Ø Tujuan : Nyeri pada perut klien berkurang atau teratasi
Ø Intervensi :
1)
Atur posisi yang
nyaman bagi klien, misalnya dengan lutut fleksi
R
: Menurunkan tegangan permukaan abdomen dan mengurangi nyeri
2)
Kaji keluhan nyeri
(skala 1 – 10), perubahan karakteristik nyeri petunjuk verbal dan non verbal
R: Mengevaluasi perkembangan nyeri untuk menetapkan intervensi
selanjutnya.
3)
Lakukan aktivitas
pengalihan untuk memberikan rasa nyaman seperti masase punggung dan kompres hangat
abdomen
R :Meningkatkan relaksasi, mengalihkan focus perhatian
kliendan meningkatkan kemampuan koping.
4)
Bersihkan area anorektal
dengan sabun ringan dan air bersih setelah defekasi dan berikan parawatan kulit
R
: Melindungi kulit dari keasaman feses, mencegah iritasi
5)
Kolabosi pemberian
obat analgetik dan atau antikolinergik sesuai indikasi
R
:Analgetik sebagai agen anti nyeri dan antikolinergik untuk menurunkan spasmetraktus GI dapat diberikan sesuai
indikasi klinis.
4.
Perubahan nutrisi
kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan gangguan absorbsi nutrient dan peningkatan
peristaltic usus.
Ø Tujuan: Kebutuhan nutrisi klien terpenuhi
Ø Intervensi :
1)
Pertahankan tirah
baring dan pembatasan aktivitas selama fase akut
R
: Menurunkan kebutuhan metabolik.
2)
Pertahankan
status NPO (puasa) selama fase akut (sesuai program terapi) dan segera mulai pemberian
makanan per oral setelah kondisi klien mengizinkan
R
:pembatasan diet per oral mungkin ditetapkan selama fase akut untuk menrurunkan
peristaltic sehingga terjadi kekurangan nutrisi. Pemberian makanan sesegeramungkin
penting setelah keadaan klinis klien memungkinkan.
3)
Bantu pelaksanaan
pemberian makanan sesuai program diet
R
: memenuhi kebutuhan nutrisi klien
4)
Kolaborasi pemberian
nutrisi parenteral sesuai indikasi.
R
: mengistirahatkan kerja gastrointestinal dan mengatasi/mencegah kekurangan nutrisi
lebih lanjut.
G. IMPLEMENTSI
a. Diagnosa 1
1.
Memberikan cairan
oral dan parenatal sesuai dengan program rehidrasi
H
:orang tua klien memberikan air minum kepada anaknya
2.
Memantau intake
dan output
H
:untuk mengetahui caran yang dibutuhkan klien
3.
Mengkaji tanda
vital, tanda dan gejala dehidrasi dan hasil pemeriksaan laboratorium
H :S: 38oc, P: 99x/I, P : 45x/I, orang tua sudah
mengetahui tanda-tanda dehidrasi
4.
Kolaborasi pelaksanaan
terapi definitive
H
: dr. telah memberikan antibiotik
b. Diagnose 2
1.
Mengkaji tingkat
hipertermi
H
:suhu tubuh klien 38oc
2.
Menganjurkan
orang tuau ntuk memberikan kompres air hangat
H :orang tua klien mau memberikan kompres air hangat setelah
pulang kerumah
3.
Kolaborasi dengan
dr. tentang pemberian obat
H
:dr. memberikan obat penurun panas
c.
Diagnose 3
1.
Mengatur posisi yang
nyaman bagi klien, misalnya dengan lutut fleksi
H
:klien digendong oleh ibunya
2.
Mangkaji keluhan
nyeri (skala 1 – 10), perubahan karakteristik nyeri petunjuk verbal dan non
verbal
H
: sklan yeri yang dirasakan klien berada pada skala 6 (nyeri sedang)
3.
Malakukan aktivitas
pengalihan untuk memberikan rasa nyaman seperti masase punggung dankompres hangat
abdomen
H
:ibu klien belum melakukannya
d.
Diagnose 4
1.
Mempertahankan tirah
baring dan pembatasan aktivitas selama fase akut
H
: orang tua menggendong bayinya
2.
Mempertahankan
status NPO (puasa) selama fase akut (sesuai program terapi) dan segera mulai pemberian
makanan per oral setelah kondisi klien mengizinkan
H
:klien belum mau untuk mengkomsumsi makanan apapun selain air putih
3.
Membantu
pelaksanaan pemberian makanans esuai program diet
H
:memberikan makanan yang lembek
4.
Kolaborasi pemberian
nutrisi parenteral sesuai indikasi.
H :dr. memberikan penyuluhan kepada orang tua klien tentang
pemberian nutrisi
H.
EVALUASI
ü Suhu tubuh klien sudah menurun setelah pemberian antibiotik
ü Klien masih lemas
ü Orang tua klien memberikan minum pada anaknya agar
kebutuhan cairan terpenuhi
ü Nyeri perut klien agak berkurang
I.
HEALT EDUCATION
(HE)
1.
Memberikan penjelasakan
kepada orang tua kalau anaknya harus banyak istirahat
2.
Harus diberi banyak
minum
3.
Dan harus memberi
antibiotic secara teratur pada anak.
0 Response to "RESUME DIARE PADA ANAK"
Post a Comment