PROSES KEPERAWATAN PADA KLIEN STROKE HEMORAGIK
PROSES KEPERAWATAN PADA KLIEN STROKE
HEMORAGIK
PENGKAJIAN
1.
Identitas klien
Nama : Tn. A
Usia : 80 Thn
Jenis kelamin : laki-laki
Alamat : pakkabba
galut
Status perkawinan
: Kawin
Agama : Islam
Pekerjaan : Pensiunan Pns
Suku/bangsa : bugis/Indonesia
Dx Medis : HS
Tgl MRS : 28 Mei 2014
Tgl Pengkajian
: 28 Mei 2014
Keluhan utama :
Klien datang ke RS
dengan kesadaran menurun sejak kurang lebih 2 jam sebelum masuk RS tiba-tiba,.
2.
Riwayat Keperawatan
2.1 Riwayat
penyakit sebelumnya
riwayat
hipertensi (+), riwayat strok sebelumnya (+) 7 tahun yang lalu
2.2 Riwayat
penyakit sekarang
Dirasakan sejak 2 jam yang lalu, setelah mandi pasien merasa
pusing dan kemudian pasian tidak sadarkan diri.
2.3 Riwayat
kesehatan keluarga
Dalam keluarga
klien tidak ada yang menderitapenyakit yang sama.
3.
Observasi dan pemeriksaan fisik
3.1.
Keadaan umum klien : klien tampak lemah.
3.2. Tanda-tanda
vital :
-
suhu : 36,5 C
per axilla
-
Nadi : 72 x/mnt
- Tensi : 270/130x/mnt dilengan kiri, posisi
tidur
-
RR : 26 x/mnt
teratur
3.3. Body of sistem
a.
Pernafasan (B1 : Breathing )
Hidung :
kebersihan cukup, tampak terpasang sonde, tidak ada polip
Dada : bentuk
simetris kanan kiri, tidak ada retraksi otot bantu pernafasan, terdapat ronchi
di seluruh lapangan paru, batuk produktif,
irama pernafasan teratur, nafas dangkal.
b. Cardiovascular (B2 : Bleeding )
Terdapat ictus cordis di antara ICS IV-V
(secara inspeksi), suara jantung normal,
Capilarry refill < 3 detik,
tidak ada pembesaran vena jugularis, tidak ada oedem.
c.
Persyarafan (B3 : Brain )
Kesadaran compos
mentis, GCS : E3,M2,V4.
Kepala : bentuk
oval, wajah tampak miring ke sisi kanan,
Mata :
konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, pupil isokor, gerakan bola mata
mampu mengikuti perintah,
Pendengaran :
fungsi agak menurun.
Mulut : terdapat
kesulitan menelan, mulut kebersihan kurang, terdapat penumpukan ludah dan
lendir, bibir tampak kering, terdapat afasia.
Leher : tidak
terdapat pembesaran pada leher, tidak tampak pembesaran vena jugularis, terdapat
kaku kuduk.
Persepsi sensoris ( pengecapan tidak terkaji karena
klien terpasang sonde, perabaan dingin panas tidak ada kelainan pada
ekstremitas kanan ).
d. Perkemihan – Eliminasi urine ( B4 :
bladder )
Klien terpasang kateter, kebersihan cukup,
produksi urin 1950 ml/hari, warna kuning jernih, tidak ada distensi pada vesika
urinaria.
e. Pencernaan – eliminasi alvi ( B5 : Bowel )
Terdapat gangguan menelan, saat ini klien
terpasang sonde, Sebelum MRS konsumsi makan hanya setengah porsi, makan
3x/hari, jenis nasi, sayur, lauk, kebiasaan makan pagi, siang, malam.
Abdomen : tidak terdapat acites, turgor menurun,
peristaltik usus normal, bising usus positif, tidak ada scibala.
Rectum : Rectal
to see negatif.
BAB : Kebiasaan
di rumah klien BAB 2 hari sekali, saat ini sudah 3 hari klien belum BAB.
f.
Tulang – otot – integumen ( B6 : bone )
Kemampuan pergerakan sendi : klien mengeluh
kesakitan pada kaki kiri dan kanan saat dilatih gerak pasif. terdapat kelemahan
otot pada ektremitas atas dan bawah sebelah kiri.kekuatan otot.
Kulit : Warna kulit coklat sawo matang, akral
kulit hangat.
g.
Sistem endokrin
Klien tidak
mempunyai gangguan endokrin.
h.
Sistem hematopoitik
Klien tidak
mempunyai riwayat kelainan sistem hematopoitik.
i.
Psikososial
Pola persepsi
dan konsep diri : sulit dikaji karena kesadaran klien menurun.
Sosial/interaksi
: kesadaran menurun jadi klien tidak mampu berinteraksi. dukungan keluarga
sangat besar, setiap hari klien ditunggui oleh istrinya dan kadang-kadang
bergantian dengan anak dan adik angkatnya.
j.
Spiritual
Selama sakit
klien tidak solat tpi sebelum sakit Klien rajin melaksaanakan shalat 5waktu dan
menyerahkan kesembuhan penyakitnya kepada Allah SWT.
k.
Pemeriksaan penunjang :
CT
scan :
Perdarahan
intraserebri atropi cerebral
Laborat :tgl 29
Mei 2008
|
Jenis pemeriksaan
|
Hasil
|
Nilai normal
|
Satuan
|
|
GDS
|
224
|
140
|
mg/dl
|
|
UREUM
|
142
|
10 – 50
|
mg/dl
|
|
Glukosa
rendom
|
106
|
70-110
|
mg/dl
|
l.
Terapi
-
IVFD RL 20 tetes/menit
-
Piracetam 3 gr /8jam/IV
-
Brealneat 250 mg/12 jam/IV
-
Neuroptul 1 Amp/24 Jam/IV
-
Cepriaxon 1 gr/12 Jam/ IV
-
Antrain 1 Amp/hari /IV
-
Ranitidin 1 Amp/ 12 Jam
-
PCT 4x1 tab
-
GG tab 3x1
-
OBH 1 gr 3x1
-
Amlodipine
-
Pasang NGT
ANALISA DATA
|
NO
|
DATA
|
ETIOLOGI
|
MASALAH
|
|||||||||||||||
|
1
2
3
|
DS :
-
Klien
mengeluh Pusing.
DO :
-
Nadi : 104 x/mnt
-
Tensi
: 190/100x/mnt
-
RR : 28 x/mnt
-
Thoraks
foto Cardiomegalli + ateroklerotik
-
CT
scan :
Perdarahan intraserebri atropi cerebral
DS :
-
Keluarga
klien mengungkapkan klien pernah dicoba makan peroral tapi belum bisa.
DO :
-
Klien
makan menggunakan sonde, Diit cair 6 x 250cc/hari
-
turgor
menurun
-
GCS
: 4,5,6,
-
reflek
menelan terganggu, BB : 63 Kg, TB : 174 cm,
-
tampak lemah.
DS :
-
Kliensering
memikirkan penyakitnya dan sering bertanya tenteng penyakitnya
-
Klien
selalu memikirkan pekerjaan yang
terbengkalai karna ia sakit
DO :
- Ekspresi
wajah nampak tegang
|
Stroke
Perdarahan
pada otak
TIK meningkat
Tekanan
intra cranial
Pembengkakan
membran mukosa yang mengalami inflamasi
Merangsang
thalamus bagian distal ( TGZ) sebagai pusat yang menimbulkan mual
Napsu
makan menurun
Intake Nutrisi Kurang
Stroke
kecemasan
|
Tekanan
intra cranial
Gangguan pemenuhan kebutuhan
nutrisi
Kecemasan
|
RENCANA TINDAKAN
|
NO
|
DIAGNOSA KEPERAWATAN
|
TUJUAN
|
RENCANA TINDAKAN
|
RASIONAL
|
|
1.
|
Resiko peningkatan TIK mendadak ()
Defenisi:
Faktor yang berhubungan: bertambahnya volume intracranial
Batasan karakterisatik:
DS :
-
Klien
mengeluh Pusing.
DO :
-
Nadi : 88 x/mnt
-
TD
: 240/150
-
RR : 28 x/mnt
-
CT
scan :
Perdarahan intraserebri atropi cerebral
|
Setelah
dilakukan tindakan 3x24jam tidak terjadi peningkatan TIK pada klien
Kriteria : - Klien sadar, tidak gelisah, Klien tidak mengeluh nyeri
kepala, mual-mual dan muntah,
|
1. Berikan penjelasan pada klien (jika
sadar) dan keluarga tentang sebab-akibat TIK meningkat.
2. Pertahankan posisi 30 dan kurangi
manipulasi yang berlebihan
3. Anjurkan klien untuk bedrest total (
jika sadar )
4. Cegah/hindarkan terjadinya valsava
manuver
5. Observasi status neurologi
6. Obsevasi tanda vital tiap 4 jam
7. Kolaborasi :
-
pemberian O2 sesuai indikasi
|
1.
R/ Meningkatkan kerjasama dalam meningkatkan
perawatan klien dan mengurangi kecemasan.
2.
R/ Dengan posisi 30 mempengaruhi sirkulasi darah otak
sehingga dapat menghindari peningkatan TIK
3.
R/Stimulasi yang kontinyu dapat meningkatkan TIK
4. R/ mengurangi tekanan intratorakal dan
intraabdominal sehingga menghindari peningkatan TIK
5. R/ Perubahan kesadaran menunjukkan
peningkatan TIK dan berguna menentukan lokasi dan perkembangan penyakit
6. R/ adanya peningkatan tensi, bradicardi
dysritmia, dyspneu merupakan tanda terjadinya peningkatan TIK
7. R/ hipoksia menyebabkan vasodelatasi
cerebral dan meningkatkan terbentuknya edema serebri.
|
|
|
||||
|
2.
|
Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh (0002)
Defenisi:
Asupan nutrisi tidak cukup untuk
memenuhi kebutuhan metabolic.
Factor yang berhubungan:
Batasan karakteristik:
DS :
-
DO :
-
Klien
makan menggunakan sonde, Diit cair 6 x 250cc/hari
-
turgor
menurun
-
GCS
: 4,5,6,
-
reflek
menelan terganggu,
-
tampak lemah.
|
Setelah dilakukan perawatan
3x24jam diharapkan Kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan criteria;
Klien sadar dan makan tidak melalui NGT, mual tidak ada porsi
makan habis
|
1.
pemberian makanan melalui NGT .
2.
Kolaborasi pemberian antiemetik.
3.
kolaborasi pemberian diet lunak
|
1. membantu mempertahankan partikel makanan
dalam lambung yang dapat membantu menetralisir asam lambung.
2.
mencegah terjadinya
mual.
3. membantu memenuhi kebutuhan nutrisi
klien
|
TINDAKAN KEPERAWATAN DAN EVALUASI (SOAP)
|
no dx/
|
tgl /jam
|
TINDAKAN KEPERAWATAN
|
EVALUASI (SOAP)
|
|
1
|
28 mei
2014
|
1.
Memberikan
penjelasan pada klien (jika sadar) dan keluarga tentang sebab-akibat TIK
meningkat.
2.
Mempertahankan
posisi 30 dan kurangi manipulasi yang berlebihan
3. Memganjurkan klien untuk bedrest total
4.
Mencegah/hindarkan
terjadinya valsava manuver
5.
Mengobservasi
status neurologi
6.
Mengobsevasi tanda vital tiap 4 jam
7. Penatalaksanaan :
-
pemberian O2 sesuai indikasi
|
S : -
O :
-
TD
: 190/100x/mnt
-
N : 88 x/mnt
-
S :
37,2
-
P :
28 x/mnt
A : Masalah belum teratasi
P Lanjutkan intervensi
|
|
2
.
|
28 mei 2014
|
1. Pemberian
makanan melalui NGT.
2. Kolaborasi
pemberian antiemetik.
3. kolaborasi
pemberian diet lunak
|
S :-
O :
-
Klien
makan menggunakan sonde, Diit cair 6 x 250cc/hari
-
GCS
: 3,2,4
-
reflek
menelan terganggu.
-
tampak lemah.
A :
Masalah Belum teratasi
P.
Lanjutkan intervensi
|
|
1
|
29 mei 2014
|
1. Memberikan penjelasan pada klien (jika
sadar) dan keluarga tentang sebab-akibat TIK meningkat.
2. Mempertahankan posisi 30 dan kurangi
manipulasi yang berlebihan
3. Memganjurkan klien untuk bedrest total
4. Mencegah/hindarkan terjadinya valsava
manuver
5. Mengobservasi status neurologi
6. Mengobsevasi
tanda vital tiap 4 jam
7. Penatalaksanaan :
pemberian O2
sesuai indikasi
|
S : -
O :
-
TD
: 160/80x/mnt
-
N : 76 x/mnt
-
S :
36
-
P :
32 x/mnt
A : Masalah belum teratasi
P Lanjutkan intervensi
|
|
2
.
|
29 mei 2014
|
1.Pemberian makanan melalui NGT.
2.Kolaborasi pemberian antiemetik.
3.kolaborasi pemberian diet lunak
|
S :-
O :
-
Klien
makan menggunakan sonde, Diit cair 6 x 250cc/hari
-
turgor
menurun
-
GCS
: 1,1,4
-
reflek
menelan terganggu.
-
tampak lemah.
A :
Masalah Belum teratasi
P.
Lanjutkan intervensi
|
|
1
|
30 mei 2014
|
1. Memberikan penjelasan pada klien (jika
sadar) dan keluarga tentang sebab-akibat TIK meningkat.
2. Mempertahankan posisi 30 dan kurangi
manipulasi yang berlebihan
3. Memganjurkan klien untuk bedrest total
4. Mencegah/hindarkan terjadinya valsava
manuver
5. Mengobservasi status neurologi
6. Mengobsevasi
tanda vital tiap 4 jam
7. Penatalaksanaan :
pemberian O2
sesuai indikasi
|
S : -
O :
-
TD
: 160/100x/mnt
-
N : 88 x/mnt
-
S :
37
-
P :
40 x/mnt
A : Masalah belum teratasi
P Lanjutkan intervensi
|
|
2
|
30 mei 2014
|
1.
Pemberian makanan melalui NGT.
2.
Kolaborasi pemberian antiemetik.
3.kolaborasi pemberian diet lunak
|
S :-
O :
-
Klien
makan menggunakan sonde, Diit cair 6 x 250cc/hari
-
turgor
menurun
-
GCS
: 1,1,4
-
reflek
menelan terganggu.
-
tampak lemah.
A :
Masalah Belum teratasi
P.
Lanjutkan intervensi
|
0 Response to "PROSES KEPERAWATAN PADA KLIEN STROKE HEMORAGIK"
Post a Comment