Iklan adsense

Disqus Shortname

designcart

PROPOSAL PROGRAM BERMAIN




PROPOSAL PROGRAM BERMAIN

Nama Klien                 :
Usia                             :
Diagnosa Medik          :

A.    Tingkat Aktifitas
Aktifitas klien lebih banyak di tempat tidur. Klien terpasang infus. Klien kadang digendong oleh ibunya.
B.      Tahap perkembangan ( DDST )
1.      Perkembangan motorik
a.       Motorik kasar
Mengubah dari telungkup menjadi duduk, berdiri sementara memegang prabot, duduk dengan menjatuhkan diri.Melakukan keseimbangan dengan mudah pada saat duduk.
b.      Motorik halus
Mulai menggenggam objek dengan tangan.
2.      Perkembangan sensori         
Melokalisasi bunyi dengan memalingkan kepala secara regional dan secara lansung terhadap bunyi.
3.      Perkembangan bahasa
Mengatakan “pa pa” “ma ma” dengan makna mengerti makna “daag daag”
4.      Perkembangan sosialisasi     
Menghambat perilaku untuk perintah verbal dari “tidak” atau nama sendiri. Meniru ekspresi wajah; melambaikan tangan untuk “daag daag”. Menujukkan mainan kepada orang laintetapi tidak akan memberikannya.


C.     Perencanaan

1.    Tempat / Waktu
Tempat      : Ruang Perawatan Anak (Ar-Rahim) RSUD Haji Makassar
Hari / Tgl   : ……………, ….  2014
Jam      :  …………… WITA
2.    Jenis Permainan
Skill play yaitu pada permainan ini akan meningkatkan keterampilan anak khususnya motorik kasar dan halus.
3.      Alat yang digunakan
Permainan dokter-dokter
4.      Cara permainan
Perawat menstimulasi klien dengan mengajak berbicara, setelah itu memperlihatkan cara berperan sebai dokter.
5.    Karakteristik Bermain

a.       Menyalurkan emosi dan perasaan

b.      Melatih motorik kasar

c.       Meningkatkan kecerdasan

d.      Melatih kerjasama mata – tangan

6.    Karakteristik Peserta
a.       Usia                             :
b.      Diagnosa                     :
c.       Jumlah peserta             :
d.      Keadaan umum           :
e.       Posisi                           :
f.       Pasien                          :
7.    UraianTugas
Tugas yang harus dilakukan dalam terapi bermain ini antara lain :
a.       Mengkoordinir pelaksanaan program bermain.
b.      Mengadakan kontrak dengan pasien dan keluarga.
c.       Meminta izin dengan Kepala Ruangan.
d.      Memfasilitasi proses bermain.

8.      Strategi
a.         Pra kegiatan
o    Menyiapkan tempat / ruangan
o    Menyiapkan alat – alat yaitu dokter-dokter
o    Menyiapkan peserta
b.      Aturan Permainan 
Klien diharapkan tenang/tidak menangis saat perawat yang mengajak klien berbicara dan memperlihatkan alat dokter-dokternya
c.         Kegiatan
o   Sesuai dengan tingkat perkembangan anak yaitu permainan sederhana dengan mengajak klien berbicara dan berperan sebagai dokter
9.      Langkah-langkah
a.       Persiapan            :  5 menit
b.      Pembukaan        :  10 menit
o  Perkenalan             
o  Penjelasan maksud dan tujuan
c.       Pelaksanaan       : 10 menit
o   Rekomendasi
d.   Evaluasi                 :  5 menit

10.  Peserta 
Klien, perawat dan ibu klien



11.  Setting permainan.
                                    1
K
                                                3

                                    2         
            Ket :   K : klien
                        1 :  Ibu klien
                        2 :  Perawat
                        3 :  Observer

12.  Evaluasi yang diharapkan
a.                   Klien dapat mengikuti kegiatan dengan baik.
b.                  Klien dapat berperan sebagai dokter
c.                   Klien merasa senang.
d.                  Klien tidak takut lagi dengan petugas / perawat.
e.                   Klien dapat mengikuti permainan dari awal sampai akhir


BAB IV
PENUTUP
           
A.    Kesimpulan
Bermain tidak dapat dipisahkan dari kehidupan anak, karena bagi anak bermain sama saja bekerja bagi orang dewasa. Bermain pada anak mempunyai fungsi yaitu untuk perkembangan sensorik, motorik, intelektual, sosial, kreatifitas, kesadaran diri, moral sekaligus terapi anak saat sakit.
Tujuan bermain adalah melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan yang normal, mengekspresikan dan mengalihkan keinginan fantasi. Dan idenya mengembangkan kreatifitas dan kemampuan memecahkan masalah dan membantu anak untuk beradaptasi secara efektif terhadap stress karena hospitalisasi,selain itu juga dapat menghilangkan kebosanan dan memberikan kegembiraan pada anak, dengan demikian proses asuhan keperawatan dapat terlaksana dengan baik.

B.     Saran
Terapi bermain dapat menjadi obat bagi anak-anak yang sakit. Jadi sebaiknya di RS  juga disediakan fasilitas bermain bagi anak-anak yang di rawat di rumah sakit. Mensosialisasikan terapi bermain pada orang tua sehingga orang tua dapat menerapkan terapi di rumah dan di rumah sakit.








DAFTAR PUSTAKA

Anggani, Sudono,(2007). Sumber Belajar Dan Alat Permainan Untuk Pendidikan Usia Dini. Jakarta: Grafindo
Behrman, Kliegman,(2008). Ilmu Kesehatan Anak .Jakarta: EGC
Darmayanti,(2009).  Tumbuh Kembang Balita Kecerdasan, Keterampilan dan Perkembangan Secara Fisik Ibu dan Balita.
Hanum Marimbi,(2010).  Tumbuh Kembang, Status Gizi, dan Imunisasi Dasar Pada Balita.  Nuha Medika. Yogyakarta.
Narendra, Sularso, dkk,(2009). Tumbuh Kembang Anak Dan Remaja. Jakarta: SagungSeto.
Soetjiningsih,(2008). TumbuhKembangAnak. Jakarta: EGC
Rere,(2011).Terapi Bermain (http://rereners.blogspot.com/2011/02/terapi-bermain.html?m=1) diakses 2 Desember 2013.
Wong Donna L,(2007). Pedoman klinis keperawatan pediatrik. Alih bahasa: Monica ester.  Jakarta: EGC

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PROPOSAL PROGRAM BERMAIN"

Post a Comment