LP KELUARGA BERENCANA
KONSEP TEORI
KELUARGA BERENCANA
DEFENISI
Keluarga Berencana adalah usaha untuk mengontrol jumlah dan
jarak antara kelahiran anak.Untuk menghindari kehamilan yang bersifat menetap
bisa dilakukan sterilisasi, dan untuk menghindari kehamilan
sementara digunakan kontrasepsi.
JENIS-JENIS
KONTRASEPSI
a. Alami
1. Metode Suhu Basal Tubuh
Suhu basal adalah suhu tubuh sebelum ada
aktifitas apapun, biasanya diambil pada saat bangun tidur dan belum
meninggalkan tempat tidur. Suhu basal tubuh akan meningkat setelah ovulasi.
Pencatatan suhu dilakukan setiap hari pada sebuah tabel/kertas grafik
Contohnya grafiknya seperti ini :
2. Metode Lendir Serviks
Metode berdasarkan lendir serviks yang muncul
dalam siklus wanita. Lendir ini dicek di vagina. Sesudah haid vagina biasanya
kering. Setelah itu muncul lendir yang lengket (sticky). Sesaat sebelum
ovulasi, lendir berubah menjadi basah dan licin (wet and slippery). Hari
terakhir basah karena lendir ini biasanya bersamaan dengan ovulasi.
3. Metode Sympthotermal
Metode ini menggabungkan kedua metode diatas.
Selanjutnya wanita disuruh mencari tanda tanda ovulasi lainnya yaitu: nyeri
perut (cramps), spotting dan perubahan posisi serta konsistensi serviks. Metode
ini sedikit lebih unggul karena mengkombinasi berbagai variabel. Tetapi tetap
juga memiliki keterbatasan.
4. Methode Kalender
Bila haid teratur (28
hari), Hari pertama dalam siklus haid
dihitung sebagai hari ke-1 dan masa subur adalah hari ke-12 hingga hari ke- 16
dalam siklus haid. Sedangkan, bila siklus haid tidak
teratur, harus dicatat siklus haid selama 6 bulan. Yang paling normal haid
adalah 28 hari, tetapi masih dianggap normal jika antara 21-35 hari. Masa subur
awal didapatkan dengan siklus terpendek dikurangi 18 dan akhir masa subur
adalah siklus terpanjang dikurangi 11. Misalnya siklus terpendek 25 hari dan
terpanjang 35 hari, maka waktu subur adalah antara hari ke 7 s/d 24.
5.
6. Metode Amenorea Laktasi
Pada periode
menyususi sering wanita menjadi tidak haid akibat hormon laktasi. Ternyata
disamping haid, ovulasi juga ikut terhambat. Supaya methode ini bekerja dengan
baik, ibu2 harus memberikan ASI saja (eksklusif). Interval menyusui pada malam
hari t idak
melebihi 6 jam dan interval siang tidak lebih 4 jam. Semakin sering dan lama
bayi menyusui maka semakin kecil ovulasi akan timbul. Dalam 6 bulan pertama
jika diterapkan dengan benar angka kehamilannya hanya 2 %. Jika perdarahan
(haid) muncul maka kemungkinan hamil semakin muncul.
7.
Coitus Interruptus
(senggama terputus)
Ejakulasi dilakukan di luar vagina.
Efektivitasnya 75-80%. Faktor kegagalan biasanya terjadi karena ada sperma yang
sudah keluar sebelum ejakulasi, orgasme berulang atau terlambat menarik penis
keluar.
b. Kontrasepsi Mekanik
1.
Kondom
Efektif 75-80%. Terbuat dari latex, ada
kondom untuk pria maupun wanita serta berfungsi sebagai pemblokir / barrier
sperma. Kegagalan pada umumnya karena kondom tidak dipasang sejak permulaan
senggama atau terlambat menarik penis setelah ejakulasi sehingga kondom
terlepas dan cairan sperma tumpah di dalam vagina. Kekurangan metode ini:
- Mudah robek bila tergores kuku atau benda
tajam lain
- Membutuhkan waktu untuk pemasangan
- Mengurangi sensasi seksual
2.
Spermatisida
Bahan kimia aktif untuk 'membunuh' sperma,
berbentuk cairan, krim atau tisu vagina yang harus dimasukkan ke dalam vagina 5 menit
sebelum senggama. Efektivitasnya 70%. Sayangnya bisa menyebabkan reaksi alergi.
Kegagalan sering terjadi karena waktu larut yang belum cukup, jumlah
spermatisida yang digunakan terlalu sedikit atau vagina sudah dibilas dalam
waktu < 6 jam setelah senggama.
3.
Vaginal diafragma
Lingkaran cincin dilapisi karet fleksibel ini
akan menutup mulut rahim bila dipasang dalam liang vagina 6 jam sebelum
senggama. Efektivitasnya sangat kecil, karena itu h arus
digunakan bersama spermatisida untuk mencapai efektivitas 80%. Cara ini bisa
gagal bila ukuran diafragma tidak pas, tergeser saat senggama, atau terlalu
cepat dilepas (< 8 jam ) setelah senggama.
4.
IUD (Intra Uterine Device)
atau spiral
Alat
kecil terdiri dari bahan plastik yang lentur yang dimasukkan ke dalam rongga
rahim, yang harus diganti jika sudah digunakan selama periode tertentu. IUD
merupakan cara kontrasepsi jangka panjang. Nama populernya adalah spiral.
Jenis-jenis IUD di Indonesia
a.
Copper-T
IUD berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelene
di mana pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus. Lilitan
kawat tembaga halus ini mempunyai efek antifertilisasi (anti pembuahan) yang
cukup baik. IUD bentuk T yang baru
IUD ini melepaskan lenovorgegestrel
dengan konsentrasi yang rendah selama minimal lima tahun. Dari hasil penelitian
menunjukkan efektivitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan yang tidak
direncanakan maupun perdarahan menstruasi. Kerugian metode ini adalah tambahan
terjadinya efek samping hormonal dan amenorhea.
b.
Copper-7
IUD ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan pemasangan. fungsinya sama seperti halnya lilitan tembaga halus pada jenis Copper-T.
IUD ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan pemasangan. fungsinya sama seperti halnya lilitan tembaga halus pada jenis Copper-T.
c.
Multi Load
IUD ini terbuat dari
dari plastik (polyethelene) dengan dua tangan kiri dan kanan berbentuk
sayap yang fleksibel.
d.
Lippes Loop
IUD ini terbuat dari bahan polyethelene,
bentuknya seperti spiral atau huruf S bersambung. Untuk meudahkan kontrol,
dipasang benang pada ekornya.
Cara
Kerja
a)
Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke
tuba falopii
b) Mempengaruhi
fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri
c)
IUD bekerja terutama mencegah sperma dan ovum
bertemu, walaupun IUD membuat sperma sulit masuk ke dalam alat reproduksi
perempuan dan mengurangi sperma untuk fertilisasi
Efektifitas
IUD
sangat efektif, (efektivitasnya 92-94%) dan tidak perlu diingat setiap hari seperti halnya pil. Tipe
Multiload dapat dipakai sampai 4 tahun; Nova T dan Copper T 200 (CuT-200) dapat
dipakai 3-5 tahun; Cu T 380A dapat untuk 8 tahun . Kegagalan rata-rata 0.8
kehamilan per 100 pemakai wanita pada tahun pertama pemakaian.
Indikasi
Prinsip
pemasangan adalah menempatkan IUD setinggi mungkin dalam rongga rahim (cavum
uteri). Saat pemasangan yang paling baik ialah pada waktu mulut peranakan
masih terbuka dan rahim dalam keadaan lunak. Misalnya, 40 hari setelah bersalin
dan pada akhir haid. Yang boleh menggunakan IUD adalah:
-
Usia reproduktif
-
Keadaan nulipara
-
Menginginkan menggunakan
kontrasepsi jangka panjang
-
Perempuan menyusui yang menginginkan
menggunakan kontrasepsi
-
Setelah melahirkan dan tidak menyusui
-
Setelah mengalami abortus dan tidak terlihat
adanya infeksi
-
Risiko rendah dari IMS
-
Tidak menghendaki metoda hormonal
-
Tidak menyukai mengingat-ingat minum pil
setiap hari
-
Tidak menghendaki kehamilan setelah 1 – 5
hari senggama
-
Perokok
-
Gemuk ataupun kurus
Pemasangan
IUD dapat dilakukan oleh dokter atau bidan yang telah dilatih secara khusus.
Pemeriksaan secara berkala harus dilakukan setelah pemasangan satu minggu, lalu
setiap bulan selama tiga bulan berikutnya. Pemeriksaan selanjutnya dilakukan
setiap enam bulan sekali.
Kontraindikasi
Yang
tidak diperkenankan menggunakan IUD adalah
-
Belum pernah melahirkan
-
Adanya perkiraan hamil
-
Kelainan alat kandungan bagian dalam seperti:
perdarahan yang tidak normal dari alat kemaluan, perdarahan di leher rahim, dan
kanker rahim.
-
Perdarahan vagina yang tidak diketahui
-
Sedang menderita infeksi alat genital
(vaginitis, servisitis)
-
Tiga bulan terakhir sedang mengalami atau
sering menderita PRP atau abortus septik
-
Kelainan bawaan uterus yang abnormal atau
tumor jinak rahim yangdapat mempengaruhi kavum uteri
-
Penyakit trofoblas yang ganas
-
Diketahui menderita TBC pelvic
-
Kanker alat genital
-
Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm
Keuntungan
Menurut Dr David Grimes dari Family Health
International di Chapel Hill, Carolina Utara, seperti dikutip News yahoo,
dokter sering kali melupakan manfaat IUD dalam pengobatan endometriosis.
Laporan tersebut diungkapkan dalam pertemuan di The American College of Obstetricians and Gynecologist, New Orleans. David mengatakan, IUD mampu mengurangi risiko kanker endometrium hingga 40 persen. Perlindungan terhadap kanker ini setara dengan menggunakan alat kontrasepsi secara oral.
Laporan tersebut diungkapkan dalam pertemuan di The American College of Obstetricians and Gynecologist, New Orleans. David mengatakan, IUD mampu mengurangi risiko kanker endometrium hingga 40 persen. Perlindungan terhadap kanker ini setara dengan menggunakan alat kontrasepsi secara oral.
- Sangat
efektif. 0,6 – 0,8 kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun pertama (1 kegagalan
dalam 125 – 170 kehamilan). Pencegah kehamilan jangka panjang yang AMPUH,
paling tidak 10 tahun
- IUD
dapat efektif segera setelah pemasangan
- Metode
jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT-380A dan tidak perlu diganti)
- Tidak
mempengaruhi hubungan seksual. Hubungan intim jadi lebih nyaman karena rasa
aman terhadap risiko kehamilan
- Tidak
ada efek samping hormonal dengan CuT-380A
- Tidak
mempengaruhi kualitas dan volume ASI. Aman untuk ibu menyusui – tidak
mengganggu kualitas dan kuantitas ASI
- Dapat
dipasang segera setelah melahirkan atau abortus (apabila tidak terjadi infeksi)
- Dapat
digunakan sampai menopause
- Tidak
ada interaksi dengan obat-obat
- Membantu
mencegah kehamilan ektopik
-
Setelah IUD dikeluarkan,
bisa langsung subur
Kerugian
Setelah
pemasangan, beberapa ibu mungkin mengeluh merasa nyeri dibagian perut dan
pendarahan sedikit-sedikit (spoting). Ini bisa berjalan selama 3 bulan
setelah pemasangan. Tapi tidak perlu dirisaukan benar, karena biasanya setelah
itu keluhan akan hilang dengan sendrinya. Tetapi apabila setelah 3 bulan
keluhan masih berlanjut, dianjurkan untuk memeriksanya ke dokter. Pada saat pemasangan, sebaiknya ibu tidak terlalu tegang,
karena ini juga bisa menimbulkan rasa nyeri dibagian perut. Dan
harus segera ke klinik jika:
1.
Mengalami keterlambatan
haid yang disertai tanda-tanda kehamilan: mual, pusing, muntah-muntah.
2.
Terjadi pendarahan yang
lebih banyak (lebih hebat) dari haid biasa.
3.
Terdapat tanda-tanda
infeksi, semisal keputihan, suhu badan meningkat, mengigil, dan lain
sebagainya. Pendeknya jika ibu merasa tidak sehat.
4.
Sakit, misalnya diperut,
pada saat melakukan senggama. Segeralah pergi kedokter
jika anda menemukan gejala-gejala diatas.
Efek
Samping dan Komplikasi
Efek
samping umum terjadi:
-
Perubahan siklus haid, haid lebih lama dan
banyak, perdarahan antar mensturasi, saat haid lebih sakit
-
Komplikasi lain: merasa sakit dan kejang
selama 3 sampai 5 hari setelah pemasangan, perdarahan berat pada waktu haid
atau diantaranya yang memungkinkan penyebab anemia, perforasi dinding uterus
(sangat jarang apabila pemasangan benar)
-
Tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS
-
Tidak baik digunakan pada perempuan dengan
IMS atau yang sering berganti pasangan
-
Penyakit radang panggul terjadi sesudah
perempuan dengan IMS memakai IUD, PRP dapat memicu infertilitas
-
Prosedur medis, termasuk pemeriksaan pelvik
diperlukan dalam pemasangan IUD
-
Sedikit nyeri dan perdarahan (spotting)
terjadi segera setelah pemasangan IUD. Biasanya menghilang dalam 1 – 2 hari
-
Klien tidak dapat melepas IUD oleh dirinya
sendiri. Petugas terlatih yang dapat melepas
-
Mungkin IUD keluar dari uterus tanpa
diketahui (sering terjadi apabila IUD dipasang segera setelah melahirkan)
-
Tidak mencegah terjadinya kehamilan ektopik
karena fungsi IUD mencegah kehamilan normal
-
Perempuan harus memeriksa posisi benang IUD
dari waktu ke waktu.
Waktu
Pemasangan
Pemasangan
IUD sebaiknya dilakukan pada saat :
-
2 sampai 4 hari setelah melahirkan
-
40 hari setelah melahirkan
-
Setelah terjadinya keguguran
-
Hari ke 3 haid sampai hari ke 10 dihitung
dari hari pertama haid
-
Menggantika metode KB lainnya
Waktu
Pemakai Memeriksakan Diri
-
1 bulan pasca pemasangan
-
3 bulan kemudian
-
Setiap 6 bulan berikutnya
-
Bila terlambat haid 1 minggu
-
Perdarahan banyak atau keluhan istimewa
lainnya
Keluhan-keluhan
pemakai IUD
Keluhan
yang dijumpai pada penggunaan IUD adalah terjadinya sedikit perdarahan, bisa
juga disertai dengan mules yang biasanya hanya berlangsung tiga hari. Tetapi,
jika perdarahan berlangsung terus-menerus dalam jumlah banyak, pemakaian IUD
harus dihentikan. Pengaruh lainnya terjadi pada perangai haid. Misalnya, pada
permulaan haid darah yang keluar jumlahnya lebih sedikit daripada biasa,
kemudian secara mendadak jumlahnya menjadi banyak selama 1-2 hari. Selanjutnya
kembali sedikit selama beberapa hari. Kemungkinan lain yang terjadi adalah
kejang rahim (uterine cramp), serta rasa tidak enak pada perut bagian
bawah. Hal ini karena terjadi kontraksi rahim sebagai reaksi terhadap IUD yang
merupakan benda asing dalam rahim. Dengan pemberian obat analgetik keluhan ini
akan segera teratasi. Selain hal di atas, keputihan dan infeksi juga dapat
timbul selama pemakaian IUD.
5. IUS atau Intra Uterine System
Bentuk kontrasepsi terbaru yang menggunakan
hormon progesteron sebagai ganti logam. Cara kerjanya sama dengan IUD tembaga,
ditambah dengan beberapa nilai plus:
- Lebih tidak
nyeri dan kemungkinan menimbulkan pendarahan lebih kecil
- Menstruasi
menjadi lebih ringan (volume darah lebih sedikit) dan waktu haid lebih singkat.
C. Kontrasepsi hormonal
Dengan
fungsi utama untuk mencegah kehamilan (karena menghambat ovulasi), kontrasepsi
ini juga biasa digunakan untuk mengatasi ketidakseimbangan hormon estrogen dan
progesteron dalam tubuh.
Harus
diperhatikan beberapa faktor dalam pemakaian semua jenis obat yang bersifat
hormonal, yaitu:
1.
Kontraindikasi mutlak: (sama sekali tidak boleh
diberikan):kehamilan, gejala thromboemboli, kelainan pembuluh darah otak,
gangguan fungsi hati atau tumor dalam rahim.
2.
Kontraindikasi relatif (boleh diberikan dengan pengawasan intensif
oleh dokter): penyakit kencing manis (DM), hipertensi, pendarahan vagina berat,
penyakit ginjal dan jantung.
Kontrasepsi
hormonal bisa berupa pil KB yang diminum sesuai petunjuk hitungan hari yang ada
pada setiap blisternya, suntikan, susuk yang ditanam untuk periode tertentu,
koyo KB atau spiral berhormon.
1. Pil Kontrasepsi Kombinasi (OC / Oral Contraception)
Berupa
kombinasi dosis rendah estrogen dan progesteron. Merupakan metode KB paling
efektif karena bekerja dengan beberapa cara sekaligus sbb:
o Mencegah ovulasi (pematangan dan pelepasan
sel telur)
o Meningkatkan kekentalan lendir leher rahim
sehingga menghalangi masuknya sperma
o Membuat dinding rongga rahim tidak siap
menerima hasil pembuahan
Bila pasien
disiplin minum OC-nya, bisa dipastikan perlindungan kontrasepsi hampir 100%.
Selain itu, OC merupakan metode yang paling reversibel, artinya bila pengguna
ingin hamil bisa langsung berhenti minum pil dan biasanya bisa langsung hamil
dalam 3 bulan.
MANFAAT TAMBAHAN OC
Selain
berfungsi sebagai alat kontrasepsi, OC ternyata juga memberikan manfaat yang
tidak langsung berhubungan dengan efek kontrasepsi (non-contraceptive benefits)
yaitu menyembuhkan atau mengurangi resiko terjadinya beberapa kelainan atau
keluhan tertentu seperti:
1. Menyembuhkan kelainan menstruasi
Pil
kontrasepsi dapat menyembuhkan beberapa kelainan menstruasi umum antara lain:
a.
Siklus
menstruasi yang tidak teratur (irregular cycle)
b.
Darah yang
keluar pada saat menstruasi terlalu banyak (hiper-menore)
c.
Sindroma
sebelum haid (premenstrual syndrome / PMS)
d.
Haid dengan
rasa nyeri hebat di perut (dismenore).
Dengan
mengkonsumsi OC, siklus haid menjadi teratur dan lebih ringan sehingga resiko
terkena anemia dan defisiensi besi berkurang s/d 50%.
2. Mengatasi masalah hiper-androgenisme
Dalam tubuh
wanita diproduksi hormon reproduksi estrogen,
progesteron, dan androgen. Hormon androgen (testosteron) yang
umum disebut hormon reproduksi pria dibutuhkan oleh wanita dalam jumlah sangat
sedikit (± 0,5 mg / liter darah) untuk daya tahan tubuh dan gairah seksual
(libido).
Wanita usia
reproduktif (± 15 - 40 tahun) sering mengalami ketidakseimbangan hormonal
dimana produksi hormon androgennya akan meningkat sehingga terjadi
hiper-androgen yang bisa menyebabkan:
·
Masalah pada kulit dan
rambut: kulit berminyak, komedo,
jerawat, ketombe (yang bisa menyebabkan kebotakan) atau hirsutisme (pola tumbuh
rambut pada yang wanita yang menyerupai pria / male hair pattern)
·
Masalah ginekologis: gangguan siklus haid, PCOS
(poly-cystic-ovarian-syndrome) yang bisa menyebabkan sulit punya anak,
kegemukan (obesitas) dan abnormalitas metabolisme tubuh.
OC istimewa
mengandung CPA (Siproteron Asetat), zat anti-androgen paling efektif saat ini
yang bekerja khusus mengatasi masalah hiper-androgen dengan menekan produksi
androgen (dalam tubuh) dan minyak (di bawah permukaan kulit) sehingga mencegah
timbulnya komedo dan ketombe bahkan jerawat.
Berbeda
dengan obat-obatan topikal dan antibiotik yang membunuh bakteri dan mengobati
infeksi di permukaan kulit, CPA langsung bekerja pada akar masalah yaitu dengan
mencegah produksi minyak yang berlebihan. Tetapi karena obat ini bekerja
step-by-step dari dalam tubuh untuk menormalkan kadar hormon androgen,
perbaikan pada kulit wajah baru bisa dilihat setelah 1-3 bulan pemakaian.
Manfaat pencegahan, yaitu OC mengurangi resiko terkena:
a. Infeksi pada organ reproduksi internal, s/d
50%
b.
Kanker
ovarium dan endometrium, s/d 40%
c.
Benjolan
jinak payudara, s/d 40%
d.
Kista
ovarium, s/d 80%
e.
Infertilitas
primer, s/d 40%
f.
Kehamilan
ektopik (di luar kandungan), s/d 90%
CARA MINUM OC
OC harus
diminum tiap hari dengan cara mengikuti petunjuk nama hari yang tertera di
blisternya. Untuk memulai blister pertama Anda, mulailah minum pil pada hari
pertama haid, misalnya: Anda mendapat haid pada hari Rabu maka ambil pil yang
dibawahnya ada tanda Rabu. Lanjutkan minum pil setiap hari sampai habis (21
hari) yang pasti jatuh pada hari Selasa. Kemudian berhenti minum pil selama 7
hari (akan terjadi menstruasi). Setelah 7 hari bebas pil ini, lanjutkan minum
pil dari kemasan yang baru pada hari Rabu lagi, jadi untuk blister ke-2 dst, selalu
ikuti siklus 21 hari minum pil +7 hari bebas tablet.
2. Suntik
a.
Depo provera yang mengandung medroxyprogestin acetate 50 Mg.
b.
Cyclofem yang mengandung medroxyprogesteron acetate dan estrogen.
c.
Norethindrone enanthate (Noresterat) 200 mg yang mengandung derivate
testosteron.
Mekanisme
Kerja Kontrasepsi Suntikan
a)
Menghalangi pengeluaran FSH dan LH sehingga tidak terjadi
pelepasan ovum untuk terjadinya ovulasi dengan jalan menekan pembentukan
releasing faktor dari hipotalamus.
b) Mengentalkan
lender serviks sehingga sulit untuk ditembus oleh spermatozoa.
c)
Merubah suasana endometrium sehingga menjadi tidak sempurna untuk
implantasi dari hasil konsepsi.
Keuntungan
dan Kerugian
a.
Keuntungan
1)
Noristerat pemberiannya sederhana diberikan 200 mg sekali setiap 8
minggu untuk 6 bulan pertama 3 x suntikan pertama kemudian selanjutnya sekali
tiap 12 minggu.
2)
DMPA pemberiannya diberikan sekali dalam 12 minggu dengan dosis
150 mg.
3)
Tingkat efektifitasnya tinggi
4)
Tidak mengganggu pengeluaran laktasi dan tumbuh kembang bayi.
5)
Suntikan tidak ada hubungannya dengan saat bersenggama.
6)
Tidak perlu menyimpan atau membeli persediaan.
7)
Kontrasepsi suntikan dapat dihentikan setelah 3 bulan dengan cara
tidak disuntik ulang, sedangkan IUD dan implant yang non-bioderdable harus
dikeluarkan oleh orang lain.
8)
Bila perlu, wanita dapat menggunakan kontrasepsi suntikan tanpa
perlu memberitahukan kepada siapapun termasuk suami atau keluarga lain.
9)
Tidak ditemukan efek samping minor seperti pada POK yang
disebabkan estrogen, antara lain mual atau efek samping yang lebih serius
seperti timbulnya bekuan darah disamping estrogen juga dapat menekan produksi
ASI.
b. Kerugian
1)
Perdarahan yang tidak menentu
2)
terjadinya amenorhoe yang berkepanjangan
3)
Berat badan yang bertambah
4)
Sakit kepala
5)
Kembalinya kesuburan agak terlambat beberapa bulan
6)
Jika terdapat atau mengalami side efek dari suntikan tidak dapat
ditarik lagi.
7)
Masih mungkin terjadi kehamilan, karena mempunyai angka kegagalan
0.7%.
8)
Pemberiannya harus dilakukan oleh orang yang profesional.
9)
Menimbulkan rasa sakit akibat suntikan
10) Memerlukan
biaya yang cukup tinggi.
Saat
Pemberian Yang Tepat
a. Pasca
persalinan
1.
Segera diberika ketika masih di Rumah Sakit atau setelah 6 minggu
post partum dan sebelum berkumpul dengan suami.
2.
Tepat pada jadwal suntikan berikutnya.
b. Pasca
Abortus
1. Segera
setelah perawatan atau sebelum 14 hari.
2. Jadwal waktu
suntikan yang diperhitungkan.
c. Interval.
1. Hari kelima
menstruasi
2. Jadwal waktu
suntikan diperhitungkan.
Kontra
Indikasi
a.
Tersangka hamil
b.
Perdarahan ginekologi ( perdarahan melalui vagina yang tidak
diketahui penyebabnya
c.
Tumor/keganasan
d.
Penyakit jantung, hati, hipertensi, DM, penyakit paru-paru hebat.
Cara
Penggunaan
Depo provera
atau Depo progestin disuntikan secara intra muscular tiap 12 minggu dengan
kelonggaran batas waktu suntik, biasa diberikan kurang satu minggu.
Efek Samping
dan Penanggulangannya
a. Efek
samping
1)
Gangguan Haid :
a).
Amenorhoe yaitu tidak datang haid setiap bulan selama menggunakan kontrasepsi
suntikan kecuali pada pemakaian cyclofem.
b). Spoting
yaitu bercak-bercak perdarahan diluar haid yang terjadi selama menggunakan
kontrasepsi suntikan.
c).
metrorhagia yaitu perdarahan yang berlebihan jumlahnya
2)
Keputihan
Adanya
cairan putih yang berlebihan yang keluar dari jalan lahir dan terasa mengganggu
( jarang terjadi)
3)
Perubahan berat badan
Berat badan
bertambah beberapa kilogram dalam beberapa bulan setelah menggunakan
kontrasepsi suntikan
4)
Pusing dan sakit kepala
Rasa
berputar /sakit kepala, yang dapat terjadi pada satu sisi, kedua sisi atau
keseluruhan dari bagian kepala . Ini biasanya bersifat sementara.
5) Hematoma
Warna biru
dan rasa nyeri pada daerah suntikan akibat perdarahan di bawah kulit.
3. Susuk KB (Implan)
Kontrasepsi
implant mekanisme kerjanya adalah menekan ovulasi membuat getah serviks menjadi
kental dan membuat endometrium tidak sempat menerima hasil konsepsi.
Efek samping Implant
Pada umumnya
efek samping yang ditimbulkan implant tidak berbahaya. Yang paling sering
ditemukan adalah gangguan haid yang kejadiannya bervariasi pada setiap
pemakaian, seperti pendarahan haid yang banyak atau sedikit, bahkan ada
pemakaian yang tidak haid sama sekali. Keadaan ini biasanya terjadi 3 – 6 bulan
pertama sesudah beberapa bulan kemudian. Efek samping lain yang mungkin timbul,
tetapi jarang adalah sakit kepala, mual, mulut kering, jerawat, payudara
tegang, perubahan selera makan dan perubahan berat badan.
Keuntungan
Implant.
1).
Efektifitas tinggi setelah dipasang
2). Sistem 6
kapsul memberikan perlindungan untuk 5 tahun.
3) Tidak
mengandung estrogen
4) Efek
kontraseptif segera berakhir setelah implantnya dikeluarkan
5). Implant
melepaskan progestin dengan kecepatan rendah dan konstant, sehingga terhindar
dari dosis awal yang tinggi.
6). Dapat
mencegah terjadinya anemia
Kerugian
Implant.
1). Insersi
dan pengeluaran harus dikeluarkan oleh tenaga terlatih.
2). Petugas
medis memerlukan latihan dan praktek untuk insersi dan pengangkatan implant.
3). Lebih
mahal
4). Sering
timbul perubahan pola haid
5). Akseptor
tidak dapat menghentikan implant sekehendaknya sendiri.
4. Koyo KB (Patch)
Ditempelkan
di kulit setiap minggu, sayangnya bagi yang berkulit sensitif sering
menimbulkan reaksi alergi.
Efektivitas
suatu metode kontrasepsi biasanya dinyatakan dengan angka z (PI). Angka ini
menunjukkan jumlah kehamilan yang terjadi pada 100 wanita bila menggunakan
metode kontrasepsi tersebut selama 1 tahun. Angka PI yang semakin kecil
menandakan semakin efektifnya metode kontrasepsi tersebut.
KONTRASEPSI STERILISASI
Yaitu
pencegahan kehamilan dengan mengikat sel indung telur pada wanita (tubektomi)
atau testis pada pria (vasektomi). Proses sterilisasi ini harus dilakukan oleh
ginekolog (dokter kandungan). Efektif bila Anda memang ingin melakukan
pencegahan kehamilan secara permanen, misalnya karena faktor usia.
a. Kontap Pada Wanita ( Tubektomi )
TUBEKTOMI
adalah setiap tindakan pada kedua saluran telur yang menyebabkan wanita
bersangkutan tidak hamila lagi. Merupakan alat kontrasepsi paling efektif
dengan angka kegagalankurang dari 1%
Keuntungan Tubektomi
1. Sangat efektif
2.
Permanen
3.
Tidak mempengaruhi proses menyusui
4.
Tidak bergantung pada faktor senggama
5.
Baik bagi klien apabila kehanilan akan menjadi
resiko kesehatan yang serius
6.
Pembedahan
sederhana dan dapat dilakukan dengan anastesi local
7.
Tidak ada
efek samping dalam jangka waktu panjang
8.
Tidak ada perubahan
dalam fungsi seksual
9.
Berkurangnya
resiko kanker ovarium
Yang Dapat Menjalani Tubektomi
1.
Usia > 26
tahun
2.
Peritas >
2
3.
Yakin telah
mempunyai besar keluarga ayng sesui dngan kehendak
4.
Pada
kehamilannya akan menimbulakn resiko kesehatan yang serius
5.
Pascapersalinan
6.
Pascakeguguran
7.
Apham dan
secara sukareka setuju dengan prosedur ini
Yang sebaiknya tidak menjalani tubektomi
1.
Hamil
2.
Perdarahan vaginal
yang belum terjelasajn
3.
Infeksi sistemik
atau pelvic yang akut
4.
Tidak boleh
menjalani proses pembedahan
5.
Kurang pasti
mengenai keinginannya untuk fertilitas dimasa depan
6.
Belum memberikan
persetujuan tertulis
Kapan dilakukan
1.
Setiap waktu
selama siklus menstrusi apabila diyakini secara rasional klien tsb tidak hamil
2.
Hari ke 6 –
13 siklus menstruasi ( fase proliferasi )
3.
Pasca
persalinan
b. KONTAP
PADA PRIA ( VASEKTOMI )
VASEKTOMI adalah prosedur klinik untuk
menghenrtikan kapasitas reproduksi pria dengan jalan melakukan oklusi vasa
deferensia sehingga alur transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi
tidak terjadi.
INDIKASI
Upaya untuk menghentikan fertilitas dimana fungsi reproduksi mengancam atau gangguan terhadap kesehatan pria dan pasangannya serta melemahkan ketahanan dan kualitas keluaga.
Upaya untuk menghentikan fertilitas dimana fungsi reproduksi mengancam atau gangguan terhadap kesehatan pria dan pasangannya serta melemahkan ketahanan dan kualitas keluaga.
KONDISI YANG
MEMERLUKAN PERHATIAN KHUSUS BAGI TINDAKAN VASEKTOMI
• Infeksi kulit pada daerah operasi
• Infeksi sistemik yang sangat mengganggu
kondisi kesehatan klien
• Hidrokel atau varikokel yang besar
• Hernia inguinalis
• Filariasis / elephantiasis
• Undesensus testikularis
• Massa intraskrotalis
•
Anemia berat, gangguan pembekuan darah atau sedang menggunakan antikoagulansia
KONSEP KEPERAWATAN
PADA KELUARGA BERENCANA
Karena masalah kontrasepsi
merupakan suatu hal yang sensitif bagi wanita, maka dalam mengkaji hal ini
perawat harus sangat memperhatikan privasi klien. Rendahkan suara ketika
mengkaji untuk menigkatkan rasa nyaman klien dan pertahankan rasa percaya diri
yang tinggi klien.
Selain pengkajian umum( Identitas
klien, Riwayat kesehatan, Riwayat obstetri, PF), pengkajian khusus yang perlu
kita lakukan untuk memenuhi peran sebagai edukator dalam pemilihan metode
kontrasepsi yang tepat adalah :
1. Pengetahuan klien tentang macam-macam
metoda kontrasepsi
Pengkajian ini dilakukan dengan
menanyakan kapan wanita tersebut berencana untuk memiliki anak. Kemudian
tanyakan metoda apa yang sedang direncanakan akan dipakai oleh klien. Bila
klien menyatakan satu jenismetoda perawat dapat menanyakan alas an penggunaan
metoda tersebut.pertanyaan-pertanyaan ini akan mengidentifikasi masalah-masalah
yang dihadapi klien terkait dengan kontrasepsi yang digunakannya.
2. Pengetahuan tentang teknik penggunaan
metoda kontrasepsi
Dalam melaksanakan perannya
sebagai educator perawat harus dapaat menetukan tingkat pengetahuan klien
tentang teknik penggunaan kontrasepsi. Misalnya tanyakan tentang bagaimana
klien tersebut memakai dafragma, kapan dan dimana spermisida dioleskan atau
berapa kali dalam sehari klien tersebut harus mengkonsumsi pil KBm dengan
menggali tingkat pengetahuan klien ni perawat dapat menentukan bila ada
kesalahan persepsi dalam penggunaan yang akan menyebabkan tidak efektifnya alat
kontrasepsi yang dipakai dan akan menyebabkan terjadinya kehamilan yang tidak
direncanakan.
3. Kenyamanan klien terhadap metoda
kontrasepsi yang sedang dipakai
Dalam mengkaji kenyamanan klien,
dengarkan keluhan-keluhan klien terhadap efek samping dari kontrasepsi yang
digunakannya. Dengarkan juga pernyataan klien tentang kenyamanannya menggunakan
metoda kontrasepsi bulanan seperti suntik hormone dari pada pil keluarga
berencana yang harus di konsumsi setiap hari. Keefektifan suatu metoda
meningkat seiring dengan peningkatan kenyamanan klien dalam menggunakan metoda
tersebut.
4. Faktor-faktor pendukung penggunaan metode
yang tepat
Jika klien berencana untuk
mengganti metoda kontrasepsi diskusikan tentang pilihan-pilihan yang cocok
untuk digunakan. Kaji factor-faktor yang dapat membantu pemilihan metode
terbaik seperti riwayat kesehatan dahulu klien yang merupakan kontraindikasi
dari metoda kontrasepsi, riwayat obstetric, budaya dan kepercayaan serta
keinginan untuk mencegah kehamilan.
Adapun kontraindikasi penggunaan metoda
kontrasepsi yang berkaitan dengan riwayat kesehatan adalah:
a. Kontrasepsi oral
1. Pil keluarga berencana terpadu
Riwayat TBC, kejang, kanker
payudara, benjolan payu dara, telat haid, hamil, pendarahan abnormal,
hepatitis, penyakit jantung, tromboplebitis.
Untuk wanita perokok, usia lebih
dari 35th, pengidap DM, epilepsy, dan penderita hipertensi tidak dianjurkan
menggunakan pil keluarga berencana.
2. Mini Pil
Mini pil ini sebaiknya tidak
digunakan pada wanita yang harus menghindari segala jenis metoda hormonal, atau
yang mejalani pengobatan kejang
b. Kontrasepsi Hormonal
1. Hormone
Implant
Kanker/benjolan keras di
payudara, terlambat haid, hamil, perdarahan yang tidak diketahui penyebabnya,
penyakit jantung dan keinginan untuk hamil kurang dari lima tahun.
2. Hormone Injeksi
Suntikan terpadu tidak boleh diberikan pada
wanita dalam masa menyusui.
c. Kontrasepsi Mekanik
1. Diafragma dan kap servik
Diafragma dan kap servik tidak
dipakai pada wanita dengan riwayat alergi lateks dan riwayat toksik shock
syndrome.
2. IUD
Hamil atau kemungkinan hamil,
resiko itnggi terkena penyajit yang menular lewat hubungan seks, riwayat
infeksi alat reproduksi, infeksi sesudah persalinan/ aborsi, kehamilan ektopik,
metroragia dismenorhea, anemia dan belum pernah hamil, mola.
d. Kontrasepsi Mantap
Kontrasepsi ini tidak ada
kontraindikasinya, karena sifatnya permanen. Digunakan bagi pasangan yang sudah
tidak ingin atau sudah tidak memungkinkan untuk mempunyai anak
A. DIAGNOSA
KEPERAWATAN
Kurang pengetahuan tentang keluarga berencana
merupakan penyebab tersering dari gangguan fisik, psikologis dan social dalam
kaitannya dengan kehamilan yang tidak direncanakan.
Diagnosa yang mungkin berdasarkan pengkajian
dan data adalah Resiko Perubahan Pemeliharaan Kesehatan b.d Kurang Pengetahuan
Terhadap Pemilihan dan Ketersediaan Metoda Kontrasepsi.
Sedangkan diagnosa keperawatan lain yang dapat
timbul yaitu:
1. Resiko konflik pengambilan keputusan b.d
alternatif kontrasepsi
2. Rasa takut b.d efek samping kontrasepsi
3. Resiko tinggi infeksi b.d kondisi aktif
secara seksual dan penggunaan metoda kontrasepsi
4. Resiko tinggi perubahan pola seksualitas
b.d takut hamil
5. Nyeri b.d pemulihan pascaoperasi
sterilisasi
6. Resiko tinggi infeksi b.d kerusakan
membran mukosa akibat operasi, pemasangan spiral, hormone implant
7. Distress spiritual b.d ketidakcocokan
keyakinan agama atau budaya dengan metoda kontrasepsi yang dipilih
B.
RENCANA INTERVENSI
1. Nyeri
berhubungan dengan pemulihan pasca strerilisasi
Klien akan mengungkapkan/ menampakkan rasa
nyeri yang dirasakan berkurang/hilang dengan kriteria :
- Wajah klien nampak tenang.
- Keluhan sakit klien berkurang.
RENCANA
TINDAKAN
|
RASIONAL
|
1.
Kaji ulang
tingkat nyeri, perhatikan lokasi dan intensitas.
2.
Beri
HE/konseling kepada ibu tentang menajemen nyeri yang dirasakan.
3.
Ajarkan
teknik relaksasi dengan nafas dalam secara teratur dan relaksasi pada otot-otot
terutama daerah gluteal (tempat penyuntikan)
4.
Jelaskan
penyebab rasa nyeri dan beritahu bahwa nyeri itu adalah hal yang normal.
5.
Ajarakan
tehnik distraksi dengan mengalihkan perhatian.
|
1.
Mengetahui
derajat nyeri yang dirasakan klien sehingga dapat menentukan dan mengambil
intervensi selanjutnya.
2.
Meningkatkan
pemahaman ibu tentang nyeri yang ia rasakan.
3.
Membantu
ibu dalam mengatasi nyeri yang ia rasakan dan mengalihkan perhatian ibu
sehingga tidak terfokus pada nyeri yang ia rasakan.
4.
Meningkaatkan
rasa adaptasi klien terhadap nyeri.
5.
Meransang
penge-luaran analgetik endogen
|
2. Kurang pengetahuan b/d Kurang terpajan
informasi/kurang pembelajaran
Tujuan :
Klien akan mengungkapkan informasi akurat
pada tingkat kemampuan diri sendiri, berpartisipasi dalam aturan terapi dengan
dan ekspresi klien nampak tenang.
RENCANA
TINDAKAN
|
RASIONAL
|
1.
Kaji ulang
tingkat pemahaman klien terhadap metode kontrasepsi yang diberikan.
2.
Berikan
KIE tentang manajemen pemberian metode suntikan KB jenis Cyclofem
3. Kaji pemahaman klien setelah
pemberian KIE melalui isyarat verbal dan non verbal pada respon nyeri .
|
1.Memvalidasi tingkat pemahaman
saat ini, mengidentifikasi kebutuhan belajar dan memberikan dasr pengetahuan
dimana klien memiliki pengetahuan berdasarkan informasi.
2. Memberi pemahaman dan
klarifikasi tentang informasi yang belum/sudah diketahui klien tentang metode
suntikan KB jenis Cyclofem
3. Menilai tingkat keberhasilan
KIE yang diberikan dan menilai seberapa jauh pemahaman klien setelah
pemberian KIE.
|
3. Cemas
b/d kurang pengetahuan dan resiko terjadinya kehamilan.
Klien akan menampakkan/mengungkapkan rasa
cemasnya berkurang/hilang dengan kriteria :
- Klein tidak lagi takut akan kegagalan metode
kontrasepsi yang digunakan.
- Ekspresi klien nampak tenang.
RENCANA
TINDAKAN
|
RASIONAL
|
1.
Kaji ulang
tingkat kecemasan yang dialami klien
2.
Perhatikan
keluhan klien dengan mendengarkan segala keluhan yang dirasakan dan beri
kesempatan untuk menyampaikan atau bertanya tentang permasalahannya
3.
Berikan
penjelas-an/KIE tentang tentang manajemen pemberian metode suntikan KB jenis
Cyclofem
4. Amati
kecemasan yang dialami klien setelah pemberian KIE melalui isyarat verbal dan
non verbal.
|
1.
Mendapatkan
data akurat dan menentukan tindakan selanjutnya
2.
Klien akan
merasa diperhatikan oleh perawat dan meningkatkan harga diri dan mengurangi beban yang dirasakan oleh
klien.
3.
Meningkatkan
pengetahuan sehingga kecemasan berkurang,
dan klien dapat mempersiapkan diri untuk permasalahan yang sewaktu-waktu akan dihadapinya.
4. Menilai tingkat keberhasilan
KIE yang diberikan dan menilai seberapa jauh KIE yang diberikan dapatr
menurunkan kecemasan klien
|
DAFTAR PUSTAKA
Arie. 2010. Menunda
kehamilan dengan KB. diakses tanggal 11 November 2010 URL <http://formulasehat.com/ruangtunggu/menunda-kehamilan-dengan-pil-kb>
Abey. 2008. Soal KB pria tidak boleh ketinggalan. diakses tanggal 11 November
2010 URL <http://www.e-samarinda.com/forum/lofiversion/index.php?t4879.html>
Bagian SMF
Obgin UNHAS. 2000. Pedoman Diagnosis dan
Terapi. Makssar.
Ganong WF. 2001. Buku ajar fisiologi kedokteran. Ed ke-20. Jakarta: EGC.
Gunawan, Sulistia. 2007. Farmakologi dan
Terapi edisi 5. Jakarta : Gaya Baru
Ida Bagus
G., M. 2000. Ilmu Kebidanan, Penyakit
Kandungan dan KB. EGC.
Jakarta.
Katzung. 2004. Basic and Clinical
Pharmacology 9th ed. USA : McGraw Hill
Mochtar R.,
Prof, Dr,MPH. Sinopsis Obstetri –
Obstetri Operatif Obstetri Sosial, Jilid 2,Edisi 2. Penerbit Buku Kedokteran.
EGC. Jakarta.
Marilynn
E.D. & Maryn M. 2001. Rencana
Perawatan Maternal Bayi. Edisi 2. EGC. Jakarta.
Sherwood L. 2007. Human physiology: from cells
to systems. 6th ed. Belmont: Thomson Brooks/Cole.
Wiknjosastro H, Saifuddin A.,B, Rachimhadhi T
(editor). 2008. Ilmu kandungan. Ed ke-2.
Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
0 Response to "LP KELUARGA BERENCANA"
Post a Comment