RENCANA ASUHAN KEPEREWATAN POS OP HEMOROID
RENCANA
ASUHAN KEPEREWATAN
Nama / Umur : Tn. A / 21 Thn
Ruangan /
Kamar : Kakatua / Pama 10
|
No
|
Diagnosa
Keperawatan
|
Hasil
Yang Diharapkan
|
Rencana
Tindakan
|
Alasan
Tindakan
|
Tanda
Tangan
|
|
1
2
3
|
Nyeri Akut (00132) berhubungan
dengan agens-agens
penyebab cedera biologis (tindakan invasive pembedahan hemoroidektomi) di tandai dengan
DS:
1.
Klien megeluh
nyeri pada luka post op.
DO:
1.
Klien tampak
meringis
2.
Klien
tampak memposisikan dirinya untuk menghindari nyeri
Resiko infeksi (00004)
berhubungan
dengan prosedur invasive (post hemoroidektomi) dan peningkatan pemajanan
lingkungan terhadap pathogen ditandai
dengan
DS:
1.
Klien mengeluh demam
2.
Klien
mengatakan agak sedikit gatal sekitar bekas operasinya
DO:
1.
Suhu
tubuh klien 370C
2.
Kulit terasa hangat
3.
Luka bekas operasi klien
tampak kemerahan
Intoleran aktivitas (00092)
berhubungan dengan Tirah
baring, serta kelemahan umum post op Hemoroidektomi ditandai dengan
DS:
1.
Nenek klien
mengatakan klien BAK
ditempat tidur
2.
Klien mengatakan makan minum dibantu keluarga
DO :
1.
Klien
terlihat nampak menggunakan kateter
2.
Klien
terlihat disuapkan oleh neneknya
|
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 3
x 24 jam nyeri
klien hilang, dengan criteria hasil:
1.
Klien tidak tampak meringis
2.
Klien tidak
terlihat kesakitan yang ditandai pasien dalam posisi yang nyaman
3.
Klien
mengatakan nyerinya berkurang
menjadi 2 dengan skala nyeri 1 – 5
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24
jam demam klien menurun
dan kulit klien tidak teraba hangat dengan criteria hasil:
1.
Demam
klien sudah menurun
2.
Kulit
klien sudah tidak teraba hangat
3.
Klien
sudah tidak Nampak lemas
4.
Tidak terdapat tanda-tanda infeksi(kalor,lubor,tumor,
dolor,fungsiolaesa)
Setelah
dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24
jam pada aktifitas
klien membaik dengan kriteria hasil :
1. Klien sudah bisa turun dari tempat
tidur dan BAK klien sudah di kamar mandi
2. Klien sudah bisa makan sendiri
3. Kateter klien sudah di up
|
Asessment
1.
Observasi
TTV
2.
Kaji dan catat kondisi keluhan nyeri klien
( dengan pola
P,Q,R,S,T), yaitu dengan memperhatikan lokasi : intensitas, frekuensi, dan waktu
Tindakan Mandiri
3.
Kaji pengetahuan pasien tentang nyeri dan kepercayaan
tentang nyeri
4.
Ciptakan lingkungan yang tenang dan membatasi
pengunjung
Penyuluhan
5.
Ajarkan pasien teknik distraksi
6.
Kaji
riwayat adanya alergi obat
Kolaborasi
7.
Penatalaksanaan pemberian obat analgetik sesuai orderan
Assessment
1.
Pantau suhu dengan teliti dan tanda-tanda infeksi
lainnya
Tindakan Mandiri
2.
Kaji keadaan luka dan lakukan perawatan luka
Penyuluhan
3.
Tempatkan pasien dalam ruangan khusus
4.
Gunakan teknik aseptik yang cermat untuk
semua prosedur invasive
Kolaboratif
5.
Penatalaksanaan pemberian antibiotic.
Assessment :
1.
Kaji tingkat
kemampuan klien untuk berpindah dari tempat, berdiri dan ambulasi.
Tindakan Mandiri
2.
Bantu
klien untuk melakukan aktifvitas yang ringan
3.
Observasi
tingkat kesadaran klien
Penyuluhan
4.
Ajarkan
kepada klien dan keluarga tanda dan gejala intoleran aktivitas, termasuk
kondisi yang harus dilaporkan kepada dokter
5.
Berikan
nutrisi yang baik
Kolaborasi
6.
Penatalaksanaan pemberian obat analgesik
sesuai dengan orderan
|
1.
Untuk mengetahui sejauh
mana penyimpangan yang terjadi sehingga memudahkan tindakan yang dilakukan
2.
Mengindikasikan kebutuhan untuk intervensi dan juga
tanda-tanda perkembangan komplikasi.
3.
Memudahkan dalam melakukan intervensi, karena kultur
atau budaya klien dapat mempengaruhi
persepsi
tentang nyeri.
4.
Suasana yang tenang dapat mengurangi stimulus nyeri.
5.
Untuk memanajemen atau mengalihkan rasa nyeri pada
klien
6.
Mengetahui apakah ada alergi terhadap obat analgesik
7.
Memastikan klien menerima obat pereda rasa nyeri
1.
Mendeteksi kemungkinan infeksi
2.
Mencegah terjadinya infeksi
3.
Meminimalkan terpaparnya pasien dari sumber
infeksi
4.
Untuk mencegah kontaminasi
silang/menurunkan resiko infeksi
5.
Untuk mencegah terjadinya infeksi
1.
Untuk
menilai sejauh mana klien mampu beraktifitas tanpa bantuan orang lain
2.
Agar
klien terlatih berjalan setelah selasai menjalani operasi
3.
Agar
memudahkan mngontrol aktifitas klien
4.
Agar
keluarga dan klien dapat mencegah terjadinya intoleran aktivitas yang dapat
menghambat kesembuhan klien
5.
Agar
klien mempunyai energi yang bagus dalam melakukan aktivitasnya
6.
Membantu
klien agar cepat sembuh
|
|
0 Response to "RENCANA ASUHAN KEPEREWATAN POS OP HEMOROID"
Post a Comment