Iklan adsense

Disqus Shortname

designcart

Belajar Sepanjang Hayat

Mata Kuliah  : IDK II
Dosen                        : Haikal Alpin,S.Kep.Ns.

BELAJAR SEPANJANG HAYAT






KELOMPOK I

1.    ABDUL SALAM                                            6. ONESIMUS HANDRI
2.    ASHABUL KAHFI                                        7. SEPLYANA RUMINDING
3.    DIDIK ARIFSANDI                                       8. AMELIUS T. BARLOLA
4.    FEBRYANTI MAILUHU                              9. MASYITA
5.    FONDA TABALEKU                                    10. YOSEP DON BOSCO


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
GRAHA EDUKASI MAKASSAR
2012
KATA PENGANTAR
Penyusun ucapkan Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas Rahmat dan Karunia-Nya  sehingga Makalah  ini dapat terwujud. Paparan materi yang saya sajikan dalam Makalah ini mengacu pada “Belajar Sepanjang Hayat”
            Makalah ini kami buat dengan sebaik- baiknya agar dapat dimengerti oleh seluruh pembacanya. Namun saya sadar bahwa Makalah ini masih banyak kekurangannya, sehingga saran pembaca sangat saya harapkan untuk pembuatan Makalah selanjutnya.
         Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak yang telah membantu sehinnga makalah ini dapat terselesaikan pada waktu yang telah ditentukan            
        Harapan penyusun kiranya Makalah ini bermanfaat serta dapat meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan kesehatan.



                                                                            Makassar,April 2012
                                                                                                                                                                                

                                                                                             Penyusun

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………2
DAFTAR ISI………………………………………………………………………...3
BAB I PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG………………………………………………………..4
B.   TUJUAN……………………………………………………………………..5
BAB II
A.   PENGERTIAN BELAJAR SEPANJANG HAYAT……………………….6
B.   TUGAS PERKEMBANGAN………………………………………………..6
C.   IMPLEMENTASI KONSEP……………………………………………….11
D.   MEWUJUDKAN MASYARAKAT BELAJAR……………………………13
E.   UPAYA UNTUK MEWUJUDKAN MASYARAKAT BELAJAR………...15
F.    SASARAN PEMBELAJARAN DI MASYARAKAT……………………..16
BAB III PENUTUP
A.   KESIMPULAN……………………………………………………………...17
B.   SARAN……………………………………………………………………...18
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………….19





BAB I
PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG
Belajar sepanjang hayat adalah suatu konsep, suatu idea, gagasan pokok dalam konsep ini ialah bahwa belajar itu tidak hanya berlangsung di lembaga-lembaga pendidikan formal seseorang masih dapat memperoleh pengetahuan kalau ia mau, setelah ia selesai mengikuti pendidikan di suatu lembaga pendidikan formal. Ditekankan pula bahwa belajar dalam arti sebenarnya adalah sesuatu yang berlangsung sepanjang kehidupan seseorang. Bedasarkan idea tersebut konsep belajar sepanjang hayat sering pula dikatakan sebagai belajar berkesinambungan (continuing learning). Dengan terus menerus belajar, seseorang tidak akan ketinggalan zaman dan dapat memperbaharui pengetahuannya, terutama bagi mereka yang sudah berusia lanjut. Dengan pengetahuan yang selalu diperbaharui ini, mereka tidak akan terasing dan generasi muda, mereka tidak akan menjadi snile atau pikun secara dini, dan tetap dapat memberikan sumbangannya bagi kehidupan di lingkungannya.
Belajar erat kaitannya dengan psikologi. Dalam hal ini, Made Pidarta mengemukakan “psikologi atau jiwa adalah ilmu yang mempelajari jiwa manusia”. Jiwa itu sendiri adalah roh dalam mengendalikan jasmani. Karena itu jiwa atau psikis dapat dikatakan inti dan kendali kehidupan manusia yang berada dan melekat dalam diri manusia itu sendiri.
Jiwa manusia berkembang sejajar dengan pertumbuhan jasmani, sejak dari masa bayi, kanak-kanak dan seterusnya sampai dewasa dan masa tuã. Makin besar anak itu makin berkembang pula jiwanya. Dengan melalui tahap-tahap tertentu dan akhimya anak ito mencapai kedewasaan balk dari segi kejiwaan maupun dari segi jasmani.
Dalam perkembangan jiwa dan jasmani tersebut, manusia perlu belajar. Masa belajar itu bertingkat-tingkat, sejalan dengan fase-fase perkembangannya, sejak masa kanak-kanak sampai masa tua. Dan sini dapat dipahami bahwa belajar merupakan kebutuhan sebagai bekal untuk menempuh kehidupan disepanjang hayatnya.
Melalui pembahasan ini dimaksudkan untuk lebih memahami hakekat belajar dan bagaimana memberikan motivasi bahwa belajar itu sebenarnya berlangsung secara terus-menerus dan berkesinambungan sejak dari buaian sampai liang lahat.
Penerapan belajar sepanjang hayat dalam mewujudkan masyarakat belajar sangat memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas SDM. Dengan peningkatan tersebut, harkat dan martabat masyarakat dapat terngkat dimata dunia. Oleh sebab itu perlu adanya kemerataan pembelajaran yang tidak hanya didapat di lingkungan sekolah, namun juga dapat tewujud dalam perpustakaan umum untuk meningkatkan minat baca.

B.   TUJUAN
1.    Untuk mengetahui pengertian belajar sepanjang hayat
2.    Untuk mengetahui tugas perkembangan
3.    Untuk mengetahui imlementasi konsep
4.    Untuk mengetahui bagimana mewujudkan masyarakat belajar
5.    Untuk mengetahui upaya mewujudkan masyarakat belajar
6.    Untuk mengetahui sasaran pembelajaran didalam masyarakat



BAB II
PEMBAHASAN
A.   Pengertian Belajar Sepanjang Hayat
Belajar sepanjang hayat adalah suatu konsep tentang belajar terus menerus dan berkesinambungan (continuing-learning) dari buaian sampai akhir hayat, sejalan dengan fase-fase perkembangan pada manusia.
Oleh karena setiap fase perkembangan pada masing-masing individu harus dilalui dengan belajar agar dapat memenuhi tugas-tugas perkembanganya, maka belajar itu dimulai dari masa kanak-kanak sampai dewasa dan bahkan masa tua. Bertolak dari fase-fase perkembangan seperti dikemukakan Havinghurst, berimplikasi kepada keharusan untuk belajar secara terus menerus sepanjang hayat dan memberi kemudahan kepada para perancang pendidikan pada setiap jenjang pendidikan untuk:
1.    Menentukan arah pendidikan.
2.    Menentukan metode atau model belajar anak-anak agar mereka mampu menyelesaikan tugas perkembangannya.
3.    Menyiapkan materi pembelajaran yang tepat.
4.    Menyiapkan pengalaman belajar yang cocok dengan tugas perkembangan itu.

B.   Tugas Perkembangan
Dalam hubungannya dengan belajar sepanjang hayat, akan dikemukakan tugas-tugas perkembangan masa dewasa awal, masa setengah baya dan orang tua, untuk memberikan pengalaman belajar yang sesuai dalam rangka belajar sepanjang hayat.



Tugas perkembangan tersebut adalah:
a.    Tugas perkembangan masa dewasa awal: Memilih pasangan hidup, bertanggung jawab sebagai warga Negara, dan berupaya mendapatkan kelompok social yang tepat serta menarik.
b.    Tugas perkembangan masa setengah baya: Bertanggung jawab social dan menjadi warga Negara yang baik, mengisi waktu senggang dengan kegiatan-kegiatan tertentu, menyesuaikan diri dengan perubahan fisik dan pertambahan umur.
c.    Tugas perkembangan orang tua: Menyesuaikan din dengan menurunnya kekuatan fisik, kesehatan dan pendapatan. Menyesuaikan diri dengan keadaan sebagai janda, duda, memenuhi kewajiban sosial sebagai seorang warga Negara yang baik dan membangun kehidupan fisik yang memuaskan.

Tugas-tugas perkembangan itu nampaknya disiapkan untuk belajar sepanjang hayat, yang dapat dilihat dari adanya tugas perkembangan untuk orang dewasa, setengah baya dan untuk masa tua. Tugas perkembangan ini juga amat berguna bagi pendidikan luar sekolah, di rumah dalam kehidupan rumah tangga maupun di lembaga-lembaga pendidikan yang ada di masyarakat, seperti kursus-kursus, perkumpulan sodial, agama, persatuan para lanjut usia dan sebagainya.
Dengan demikian tugas perkembangan yang harus ditempuh melalui belajar, tidak hanya dimulai dan masa kanak-kanak, tetapi berlanjut sampai masa dewasa dan masa tua. Jelas bahwa belajar berlangsung secara terus-menerus dan berkesinambungan sepanjang kehidupan seseorang.


Dalam perspektif islam, belajar sepanjang hayat ini sebenarnya telah dicanangkan oleh Nabi SAW ratusan tahun yang silam, dengan sabdanya:
Carilah ilmu sejak ayunan sampai ke hang lahat (al-hadits)”.
Selain itu dipahami bahwa belajar itu sepanjang hayat, dijelaskan pula bahwa belajar adalah suatu kewajiban, sebagaimana sabdanya pula:“Mencari ilmu pengetahuan adalah wajib atas setiap orang muslim (H.R.Abdi’I Barr)
”.
Dengan memperhatikan kedua hadits tersebut, dapat dipahami bahwa aktivitas belajar sepanjang hayat memang telah menjadi bagian dan kehidupan kaum muslimin. Sedangkan secara umum, gerakan belajar sepanjang hayat itu baru dipublikasikan di sekitar tahun 1970, ketika UNESCO menyebutnya sebagai tahun Pendidikan Internasional (International Education Year). Karena pada tahun itu dilontarkan berbagai isu pembaharuan dalam falsafah dan konsep tentang pendidikan. Latar belakang munculnya gagasan ini ialah rasa kurang puas terhadap pelaksanaan belajar melalui sistem sekolah, yang dikatakan memperlebar jurang antara yang kaya dan yang miskin. Secara eksplisit gagasan ini dilontarkan oleh Paul Lengrand dalam bukunya yang beijudul An Introduction to life Long Education.
Pengembangan pemikiran Lengran tersebut merubah anggapan bahwa belajar atau pendidikan itu tidak hanya berlangsung di dunia pendidikan sekolah, sedangkan di luar dunia sekolah sebenarnya secara individual, mereka terus belajar sesuai dengan kebutuhannya masing-masing dan dengan cara yang disenanginya.
Muncul dan berkembangnya konsep belajar sepanjang hayat tersebut menunjukkan bahwa pengalaman belajar tidak pernah berhenti selama manusia itu sadar dan berinteraksi dengan lingkungannya. Belajar sepanjang hayat sebagai asas baru, kesadaran baru, harapan baru, membawa implikasi kepada pentingya aktivitas individual mandiri guna senantiasa memburu pengetahuan, pengalaman-pengalaman baru kapanpun dan dimanapun.
Dari gagasan-gagasan baik melahui pendekatan keagamaan, maupun yang bersifat umum, dapat dipahami bahwa hakekatnya belajar itu tiada hentinya, terutama bagi orang dewasa dan orang tua agar mereka dapat mengikuti perkembangan zaman serta penemuan-penemuan baru di bidang pengetahuan dan teknologi.
Pertanyaan ialah bagaimana memberikan kesadaran kepada mereka tentang pentingnya belajar sepanjang hayat ini. Untuk memecahkan persoalan ini, antara lain Arden N Frandsen seperti dikutip oleh Sumadi Suryabrata, mengemukakan tentang hal yang mendorong seseorang untuk belajar adalah:
1.    Adanya sifat ingin tahu menyelidiki dunia yang lebih luas
2.    Adanya sifat yang kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk selalu maju
3.    Adanya keinginan untuk memperbaiki kegagalan yang lalu dengan usaha yang baru.
Sedangkan Abraham Maslow, sarjana dan ketua American Psychological Assosiation, mengemukakan teori tentang kebutuhan yang mendorong seseorang untuk belajar, yaitu:
a.    Pshical needs
b.    Safety needs
c.    Love needs
d.    Esteem needs
e.    Self actualization need

Teori kebutuhan Maslow tersebut meliputi kebutuhan:
Fisik, rasa aman, cinta, harga diri dan aktualisasi diri. Berdasarkan teori ini, belajar sepanjang hayat khususnya bagi orang dewasa dan orang tua akan menjadi efektif dalam arti menghasilkan perubahan tingkah laku (perilaku), apabila isi dan cara belajarnya sesuai dengan kebutuhan yang dirasakan.
Hal penting yang perlu diperhatikan ialah bagaimana menyadarkan orang bahwa ia membutuhkan sesuatu seperti digambarkan oleh Maslow dari kebutuhan terendah (fisik) sampai aktualisasi diri.
Kesadaran akan kebutuhan di atas diharapkan bisa mendorong seseorang untuk belajar. Dorongan atau motivasi menurut J.P Chaplin bermakna alasan yang diasadari, yang dibenikan individu bagi satu tingkah laku.
Dari dimensi psikologis, belajar sepanjang hayat, terutama bagi orang dewasa dan orang tua dalam situasi belajar mempunyai sikap tertentu. Karena itu perlu diperhatikan hal-hal berikut:
1.    Belajar adalah suatu pengalaman yang diinginkan oleh orang dewasa itu sendiri. Maka orang dewasa perlu dimotivasikan untuk mencari pengetahuan yang lebih mutakhir, ketrampilan baru dan sikap yang lain.
2.    Orang dewasa belajar kalau ditemukannya arti pribadi bagi dirinya dan melihat sesuatu mempunyai hubungan dengan kebutuhannya.
3.    Bagi orang dewasa proses belajar adalah khas dan bersifat individual. Setiap orang punya cara dan kecepatan sendiri untuk belajar dan memecahkan masalah. Dengan kesempatan mengamati cara-cara yang dipakai orang lain, Ia dapat memperbaiki dan menyempumakan caranya sendiri, agar menjadi lebih efektif.
Memperhatikan situasi belajar bagi orang dewasa tersebut, maka salah satu teori belajar klasik, yaitu teori psikologi belajar naturalistic atau aktualisasi diri, teori ini berpangkal dari psikologi naturalistic romantic yang dipelopori Rousseau. Menurut teori ini belajar itu sebaiknya dilakukan secara wajar di alam bebas, bisa diterapkan pada pendidikan luar sekolah, terutama untuk belajar seumur hidup.

C.   Implementasi Konsep
Bertolak dari dimensi psikologis di atas, implementasi konsep belajar sepanjang hayat ini bisanya tidak membutuhkan orang lain sebagai pembimbing khusus. Mereka mencari sendiri bahan-bahan pelajaran yang mereka butuhkan, mempelajari sendiri, dan mencoba menempatkannya. Jadi bagi mereka dapat belajar di mana saja dan dengan cara apa saja di lingkungan kediaman mereka. Pada hakekatnya mereka mengaktualisasi din sendiri sejalan dengan teori belajar naturalis. Namun demikian belajar sepanjang hayat dapat juga dilaksanakan secara kelompok dalam bentuk kursus-kursus, kelompok sosial dan kelompok keagamaan.
Dari segi tujuan, belajar sepanjang hayat ini pada mulanya bersifat individual, yakni untuk memperkaya kehidupan rohani atau intelektual seseorang. Pada taraf perkembangan selanjutnya belajar sepanjang hayat ini mulai mengembangkan tujuan-tujan yang bersifat sosial. Mulai disadari bahwa kegiatan belajar mengajar sepanjang hayat ini tidak hanya menguntungkan perorangan-perorangan saja, melainkan juga bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. Apabila mayoritas anggota suatu masyarakat selalu melibatkan diri dalam kesibukan belajar setelah mereka memasuki berbagai lingkungan pekerjaan, maka pada umumnya masyarakat semacam ini akan menjadi lebih dinamis, lebih mudah menenima gagasan-gagasan pembaruan, dan lebih mudah pula memahami interpendensi dan interaksi yang ada antara dirinya dengan masyarakat-masyarakat lain. Suatu masyarakat dengan kegiatan belajar sepanjang hayat yang intensif akan lebih mudah membangun dirinya pada masyarakat yang tidak mengembangkan kebiasaan untuk belajar secara terus menerus.
Di masyarakat pada umumnya kelompok yang amat membutuhkan layanan belajar sepanjang hayat adalah remaja yang putus sekolah dan orang dewasa atau orang tua yang ingin meningkatkan kehidupanya. Karena itu di tinjau dan aspek signifakasi dan relevansi konsep belajar sepanjang hayat dalam hubungannya dengan keinginan untuk meningkatkan kualitas kehidupan yang ada dalam masyarakat.
Maka konsep ini merupakan wahana yang tepat dan tangguh untuk memacu kehidupan masyarakat, kalau dengan salah satu cara dapat diusahakan :
a.    Bahwa sebagian besar remaja dan orang dewasa dan orang tua yang aktif dalam kehidupan kemasyarakatan benar-benar mendapatkan pelayanan belajar yang memadai dan relevan dengan kebutuhan mereka sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat.
b.    Bahwa program-program belajar seperti ini benar-benar dikembangkan dan dilaksanakan
c.    Bahwa masyarakat remaja, orang dewasa serta orang tua yang aktif dalam kehidupan kemasyarakatan benar-benar terangsang untuk mengikuti program-program belajar sepanjang hayat ini.

Belajar sepanjang hayat akan berrnanfaat apabila mendapatkan respon positif dari individu atau warga masyarakat yang memiliki kemauan dan kegemaran untuk belajar secara terus menerus, sesuai dengan kebutuhan kebutuhan masing-masing individu warga belajamya. Dengan demikian konsep belajar sepanjang hayat memiliki signifikasi di dalam masyarakat.

D.   Mewujudkan Masyarakat Belajar
Secara biologis manusia adalah makhluk  social dan makhluk pembelajar. Ini berarti bahwa setiap manusia perlu pendidikan dan perlu belajar sepanjang kehidupannya. Sebagai bagian dari tujuan pembangunan manusia seutuhnya. Pendidikan maupun pembelajaran merupakan hak kemanusiaan setiap warga Negara dan harus dipenuhi oleh Negara tersebut. Hal ini seperti tertuang dalam UUd 1945 alinea keempat yang berbunyi “Negara berkewajiban mencerdaskan kehidupan bangsa”. Seperti yang tertuang dalam amanat Undang-undang No. 2 Tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional, penyelenggara pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan maupun pembelajaran pada masyarakat mutlak diperlukan dalam rangka belajar sepanjang sepanjang hayat. Pembelajaran pada masyarakat dapat meningkatkan kecakapan hidup, keterampilan hidup, sikap wirausaha dan kompotensi yang dimiliki oleh masing-masing manusia.
Pembelajaran pada masyarakat juga memiliki karakteristik antara lain :
1.    Tujuan pembelajaran adalah memenuhi kebutuhan belajar manusia yang fungsional bagi kehidupan sehari-hari.
2.    Hasil belajar dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari
3.    Lamanya penyelenggaraan program relative singkat tergantung pada kebutuhan masyarakat belajar untuk meningkatkan mutu dan taraf hidupnya.
4.    Waktu kegiatan disesuaikan dengan kesempatan yang dimiliki masyarakat  untuk belajar.
5.    Kegiatan pembelajaran berpusat pada masyarakat, dengan lebih menekankan kecakapan dan keterampilan yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
6.    Kegiatan ini menekankanpada inisiatif dan partisipasi masyarakat.
7.    Hubungan antara tutor dan masyarakat bersifat sejajar atas dasar kefungsian, dan
8.    Pembinaan program dilakukan secara demokratis antara tutor belajar dan pihak lain yang turut berpartisipasi.
Adapun untuk mewujudkan masyarakat belajar ada beberapa program yang dapat dilaksanakan antara lain :
1.    Program pengembangan keahlian dan peningkatan kualitas pengelola lembaga pembelajaran. Program ini dilaksanakan berdasarkan variasi latar belakang pengelola kegiatan pembelajaran.  Serta variasi kondisi geografis dan potensi sumber daya alam yang ada di masing-masing daerah.
2.    Pemberantasan buta aksara. Masalah buta aksara kadang dianggap masalah biasa, padahala masalah ini sngat terkait dengan mutu suatu bangsa dimata internasional.
3.    Sebagai pembentuk  generasi baru yang berkarakter dan berdaya saing tinggi. Sebagai wadah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas , berwawasan dan berintelektual tingi
4.    Sebagai pewaris budaya dari pembinaan satu tahapan dari generasi satu ke generasi berikutnya.

Program mewujudkan masyarakat belajar perlu kerjasama dari berbagai pihak baik dari masyarakat itu sendiri ataupun dari pemerintah, baik pemerintah daerah ataupun pusat. Dengan adanya kerjasama dari berbagi pihak diharapkan mewujudkan masyarakat belajar  bukan hal yang tidak mungkin.

E.   Upaya Mewujudkan Kegiatan Belajar Sepanjang Hayat didalam Masyarkat
Untuk mewujudkan kegiatan belajar sepanjang hayat didalam masyarakat, perlu adanya strategi-strategi pembelajran sepanjang hayat. Strategi dalam rangka pembelajaran ini  meliputi hal-hal sebagai berikut :
1.    Konsep pembelajaran sepanjang hayat itu sendiri.
Sebagai suatu konsep, maka belajar sepanjang hayat diartikan sebagi tujuan atau ide  formal untuk pengorganisasian dan penstrukturan pengalaman-pengalaman belajar. Hal ini berarti pembelajaran akan meliputi rentang usia dari yang paling muda sampai yang paling tua.
2.    Knsep belajar sepanjang hayat
Dalam pembelajaran sepanjang hayat berarti pelajar belajar karena respon terhadap keinginan yang didasari untuk belajar dan angan-angan pembelajaran menyediakan kondisi-kondisi yang membantu belajar. Jadi, istilah belajar ini merupakan kegiatan yang dikelola walaupun tanpa organisasi sekolah dan kegiatan ini justru mengarah pada penyelenggaraan asa pembelajaran/pendidikan sepanjang hayat.
3.    Konsep pelajar sepanjang hayat
Belajar sepanjang hayat dimaksudkan adalah orang-orang yang sadar tentang diri mereka sebagai pelajar sepanjang hayat, melihat belajar baru sebagi cara logis intuk mengatasi problem dan terdorong untuk belajar diseluruh tingkat usia dan menerima tantangan dan perubahan sepanjang hayat sebagai pemberi kesempatan untuk belajar baru.
Dalam keadaan demikian perlu adanya system pembelajaran yang bertujuan membantu perkembangan orang-orang secara sadara dan sistematik merespom untuk beradaptasi dengan lingkungan mereka sepanjang hayat.
F.    Arah pembelajaran Sepanjang Hayat
Pada umumnya pembeljaran sepanjang hayat diarahkan pada orang-orang dewasa dan anak-anak dalam rangka penambahan pengetahuan dan keterampilan mereka yang sangat dibutuhkan didalam pendidikan
a.    Pembelajaran sepanjang hayat kepada orang dewasa
Sebagai generasi penerus, kaum muda atau dewasa membutuhkan pembelajaran sepanjang hayat didalam rangka pemenuhan kebutuhan diri yang merupakan tuntutan hidup mereka sepanjang masa. Diantara kebutuhan diri tersebut, kebutuhan akan baca tulis bagi mereka umumnya dan latihan keterampilan bagi para pekerja sangat membantu mereka untuk menghadapi situasi dan persoalan-persoalan penting yang merupakan kunci keberhasilan.
b.    Pembelaran sepanjang hayat merupakan kunci keberhasilan bagi anak
Pembelajaran sepanjang hayat bagi anak, merupakan sisi lain yang perlu memperoleh erhatian dan pemenuhan kebutuhan oleh karena anak akan menjadi “tempat awal” bagi orang dewasa nantinya dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Program kegiatan ini disusun mulai dari peningkatan kecakapan baca tulis, keterampilan dasar mempertinggi daya piker anak, sehingga memugkinkan anak terbiasa untuk belajarr, berfikir kritis dan mempunyai pandangan kehidupan yang dicita-citakan pada masa yang akan datang.
BAB III
PENUTUP
A.   KESIMPULAN
Dari uraian diatas dapatlah ditarik kesimpulan yang berkaitan dengan belajar sepanjang hayat hubungannya mewujudkan masyarakat belajar adalah sebagai berikut :
·         Belajar sepanjang hayat adalah belanjar seumur hidup yang merupakan kebutuhnan manusia dalam usaha mengembangkan diri serta mempertahankan eksistensinya adalah melalui belajar yang dilakukan sepanjang hayatny. Tanpa belajar, manusia akan mengalami kesulitan baik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan maupun dalam memenuhi tuntutan hidup dan kehidupan yang selalu berubah.
·         Masyarakat belajar adalah pembelajaran yang dilakukan kepada masyarakat dalam bentuk kelompok-kelompok. Hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama. Masyarakatbelajar merupakan upaya untuk melibatkan masyarkat dalam uapaya-upaya membangun pendidikan untuk kepentingan masyarakat dalam menjalankan perannya dalam kehidupan.
·         Program mewujudkan masyarakat belajar adalah pengembangan keahlian dan peningkatan kualitas pengelola lembaga pendidikan, pemberantasan buta aksara, pembentukan generasi baru yang berkarakter dan berdaya saing  tinggi, membentuk pewaris pembinaan satu tahapan dari generasi satu kegenerasi berikutnya.


·         Upaya untuk mewujudkan masyarakat belajar adalah
a.    Konsep-konsep pembelajaran sepanjang hayat itu sendiri
b.    Konsep belajar sepanjang hayat
c.    Konsep pelajar sepanjang hayat
·         Arah yang membantu pendidikan sepanjang hayat
a.    Pembelajaran sepanjang hayat untuk orang dewasa
b.    Pembelajaran sepanjang hayat bagi anak
B.   SARAN
Konsep tentang belajar sepanjang hayat diharapkan akan mengubah pandangan masyarakat bahwa pendidikan bukan hanya dilakukan di sekolah formal saja, melainkan dapat dilakukan dimana saja dan kapan saj, misalnya dilingkungan keluarga dan masyarakat. Untuk mendukung konsep ini tentang belajar sepanjang hayat, dibutuhkan peran aktif dari masyarakat dan pemerintah, sehingga konsep pembelajaran sepanjang hayat dapat terselesaaikan dengan baik.












DAFTAR PUSTAKA
Roosdo Achmad Syuhada.1988.Bimbingan dan Knseling dalam Masyarakat dan Pendidikan Luar Sekolah.Jakarta:Depdikbud
Soelaiman Joesoeh.1986.Konsep dasar Pendidikan Luar Sekolah.surabaya:PT.Bumu Aksara.
Drs.Gino.dkk.1999.Belajar dan Pembelajaran I. Surakrta : depdikbus
Anonim,2008”Filosofi Pendidikan Masyarakat”
Anonim.2008”Pendidikan Seumur Hidup”
http://gurupkn.wordpress.com (diakses april 2012)
http://my.opera.com ((diakses april 2012)







Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Belajar Sepanjang Hayat"

Post a Comment