ANGINA PEKTORIS
MAKALAH SISTEM CARDIOVACULAR
(ANGINA PEKTORIS)
DI SUSUN OLEH
Kelompok 5
Ketua : anastasya .syahailatua
Rona. Lololuan
Fendry.mantai
Stikes graha edukasi makassar
2011 / 2012
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan
kehadirat Tuhan yang Maha Esa oleh kerena rahmat dan Anugrahya sehingga penulis
dapat menyelesaikan malalah ini sebangaimana mestinya. Pembuatan Makalah ini
adalah sebagai tugas awal memasuki semester 5 atau pendalaman mareri Komunitas
2 (GERONTIK).yang didalamnya membahas
mengenai “Gangguan-Gangguan pada
Sistem cardiovaskuler” terhadap penyakit tersebut .
Adapun dalam pembuatan makalah
ini mendapat beberapa hambatan, namun berkat bantuan dan kerja sama dari
teman-teman sekalian, kami bisa melalui
semuanya tampa dengan hambatan
Penulis juga menyadari bahwa penyusunan
makalah ini masih jauh dari kesempurnaan , oleh sebab itu kami berharap pembaca
khususnya dosen agar dapat memberikan Arahan/masukan kepada kami .agar kami
lebih matang dalam penyusunan Makalah ini.
Atas perhatianya kami
kelompok 5 mengucapkan terimah kasih
Makkasar, 22 November 2012
Penulis
Kelompok 5
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
B.
Rumusan masalah
C.
Tujuan msalah
BAB II PEMBAHASAN
A.
Anatomi fisiologi jantung
B.
Gangguan – Gangguan sistem cardiovascular
(ANGINA
PEKTORIS)
c. ASKEP ANGINA PEKTORIS
Pengkajian
Diagnosa
Perencanaan
Implementasi
Evaluasi
Diagnosa
Perencanaan
Implementasi
Evaluasi
BAB IV .PENUTUP
A.
Kimpulan
B.
Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Sistem cardiovascular adalah sistem transpor pada tubuh yang membawa
makanan,oksigen,Air dan semua zat
esensial lain ke sel-sel jaringan
kembali dan membawa produk sisanya.
Sistem ini terdiri dari cor ( jantung ) yang berfungsi memompa darah dan
vacular (pembulu darah) dimana merupakan saluran yang menghunungkan antara cor
(jantumg) dan jaringan. Karena cor terletak di dalam cavum thorax (rongga
dada).
B. Rumusan masalah
Ø
Apa itu angina pectoris ?
Ø
A pa saka etiologinya ?
Ø
A pa patofisiologinya ?
Ø
Bagaimana
asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan angina pectoris ?
C . Tujuan masalah
Ø
Untuk mengetahui apa itu ANFIS jantung
Ø
Untuk
mengetahui gangguan pada sistem cardiovaskuler salah satunya
angina pectoris
Ø
Untuk
mengetahui bagaimana
etiologi,patofisiologi angina pectoris
Ø
Untuk
mengetahui apa ASKEP pada angina pectoris
BAB II PEMBAHASAN
A. Anatomi fisiologi jantung
Jantung adalah organ berongga, berotot yang terletak di
tengah thoraks dan menempati rongga antara kedua paru yang disebut mediastinum.
Fungsi jantung adalah memompa darah ke jaringan, mensuplai O2 dan nutrisi
sambil mengangkut CO2 dan sampah hasil metabolisme. Terdapat dua pompa jantung
yang terletak di sebelah kiri dan kanan, keluaran jantung kanan didistribusikan
seluruhnya ke paru-paru melalui arteri. Kerja pompa jantung dijalankan oleh
kontraktilitas relaksasi ritmik dinding otot. Kontraksi otot disebut sistolik,
kamar jantung menjadi lebih kecil karena darah disemburkan keluar. Relaksasi
otot jantung disebut diastolik kamar jantung akan terisi darah sebagai
persiapan untuk penyemburan berikutnya.
Jantung terbungkus dalam kantung fibrosa tipis yang disebut perikardium. Lapisan luar disebut pericardium parietalis dan lapisan dalam disebut pericardium viceralis yang langsung melekat pada permukaan jantung. Kedua pericardium dipisahkan oleh sedikit cairan pelumas yang berfungsi mengurangi gesekan selama kontraksi jantung. Jantung terdiri dari tiga
Jantung terbungkus dalam kantung fibrosa tipis yang disebut perikardium. Lapisan luar disebut pericardium parietalis dan lapisan dalam disebut pericardium viceralis yang langsung melekat pada permukaan jantung. Kedua pericardium dipisahkan oleh sedikit cairan pelumas yang berfungsi mengurangi gesekan selama kontraksi jantung. Jantung terdiri dari tiga
lapisan yaitu :
• Lapisan luar : epikardium.
• Lapisan tengah : miokardium, merupakan lapisan otot.
• Lapisan dalam : endokardium
• Lapisan luar : epikardium.
• Lapisan tengah : miokardium, merupakan lapisan otot.
• Lapisan dalam : endokardium
Ada
2 lap. Pericardium :
·
P.
Visceralis ( lapisan dlm )
·
P.
Parietalis ( lpisan luar )
Fungsi
pericardium :
·
mencgah
gesekan selama kontraksi
Lapisan jantung
·
Epicardium
·
Miocardium
·
Endokardium
Batas Jantung
·
Batas
kiri : Paru kiri
·
Batas
kanan : Paru Kanan
·
Batas
bawah : Diafragma
·
Batas
atas :arkus aorta ,v.c.superior,&trakea
·
Batas
depan : sternum ,& thymus
·
Batas
belakang : tulang belakang ,osephagus,aorta desendens
Ruang Jantung
Jantung
mempunyai 4 ruang yaitu :
·
Atrium
kanan:
§
Berdinding
tipis
§
Fungsinya:menampung
darah dari sirkulasisistemik untuk dialirkan ke ventilasi kanan dan selanjutnya
ke paru-raru
§
80%
darah dari atrium kanan mengalir secara pasif ke ventrikel kanan dan sisanya
yang 20% mengalir akibat kontraksi dari atrium kanan
·
Ventrikel
kanan :
§
Dindingnya
lebih tipis jika dibandingkan dengan ventrikel kiri.
§
Rongganya
berbentuk bulan sabit untuk menghasilkan kontraksi bertekanan rendah guna
mengalirkan darah ke paru(sirkulasi pulmonal) melalui arteri pulmonal.
·
Atrium
kiri :
§
Menerima
darah yang kaya oksigen dari paru –paru melalui ke empat vena pulmonalis
§
Diantara
vena pulmonalis dan atrium kiri tidak ada katub sejati sehingga perunahan
tekanan dalam atrium kiri mudah mengakibatkan membaliknya aliran darah dari
atrium ke pembuluh darah.
·
Ventrikel
kiri :
§
Mempunyai
otot yang tebal dan rongga berbentuk O
§
Kontraksi
dari ventrikel kiri menghasilkan tekanan
tinggi yang mampu mengatasi tahanan sirkulasi sistemik dan
mempertahankan aliran darah ke jaringan ferifer
Katup Jantung
·
Fungsinya
: untuk mempertahankan aliran darah agar berjalan searah melalui biliki-bilik
jantung
·
Katub
jantung mempunyai 2 jenis yaitu:
§
Katub
atrioventrikularis:
Ø
Daun
katubnya halus dan tahan lama.
Ø
Katub
trikuspid:
ü
Mempunyai
3 daun katub
ü
Memisahkan
atrium dan ventrikel kanan
Ø
Katup
mitralis:
ü
Mempunyai
2 katup
ü
Memishkan
atrium dan ventrikel kiri
§
Katup
seminularis:
Ø
Terdiri
dari 3 katup simetris yang mempunyai corong dan terikat pada anulus fribosus
Ø
Berfungsi
untuk mencengah darah mengalirnkembali ke ventrikel
Ø
Katup aorta(antara ventrikel kiri dan
aorta),diatas daun katub terdapat sinus valsava yang merupakan muara dari
arteri koronaria
Ø
Katup pulmonal(antara ventrikel kiri dan arteri
pulmonal
Vaskularisasi
Jantung:
·
Jantung
mendapat nutrisi dan oksingen melalui pembuluh darah jantung ysitu arteri
koronaria yang menrupakan cabang langsung dari aorta ascenden yang bermuara di
sinus valsava.
·
Ada
2 arteri koronaria:
1.
Arteri
koronaria kanan
2.
Arteri
koronaria kiri,bercabang menjadi 2 :
§
Arteri
desendens anterior kiri
§
Arteri
sirkumfleksa kiri
·
Kedua
arteri ini berjalan melalui celah anatomis jantung yaitu:
§
Sulkus
atrioventrikularis
§
Sulkus
interventrikularis
·
Pertemuan
kedua celah di permukaan posterior jantung disebut “KRUKS JANTUNG”
·
Arteri
koronaria kanan menyuplai darah ke
§
Atrium
kanan
§
Ventrikel
kanan
§
Dinding
inferior ventrikel kiri
·
Arteri
sirkumfleksa kiri menyuplai darah ke
§
Atrium
kiri
§
Dinding
posterior lateral ventrikel kiri
·
Arteri
descenden anterior kiri menyuplai darah ke
§
Dinding
depan ventrikel kiri
Ø
Sistem
konduksi Jantung ( sistem penghantar )
Di
jantung ada penghantar khusus yang berfungsi menjamin irama & rangsangan
serta kontraksi otot jantung .
Ø
Sifat
sistem penghantar khusus :
·
Otomatis
·
Ritmisasi
: impuls yang teratur
·
Daya
konduksi : ability 4 menylrx impuls
·
Daya
rangsangan : kemampuan u/ merspon trhdap
rangsngan.
Ø
Sistem
konduksi :
Ø
Sistem
penghantar khusus :
·
Sinoatrial (S-A) node
Terletak
pada dinding lateral superior atrium dekat vena kava superior. Sel pacemaker
mengeluarkan implus listrik otomatis,normal 60-100 kali/menit dipengaruhi
syaraf simpatis dan parasimpatis.
Traktus
internodal.
Mengahantar
implus dari S-A node ke A-V node melalui ketiga traktus anterior,media dan
posterior,dalam waktu 0.03 detik untuk kontraksi atrium.
Branchman
bundle
Mengantarkan
implus dari S-A node ke atrium kiri.
·
Atrioventrikuler (A-V)node
Mengeluarkan implus 40-60 kali/menit
Terletak pada dinding posterior septum
atrium kanan,dibelakang katup trikuspial berdekatan dengan sinus koronarius.
Mengatur jumlah implus atrium ke ventrikel,tertunda selama 0.08-0.12 detik saat
penebusan implus melalui fasikulus kecil jaringan fibrosa antara atrium dan
ventrikel memberi waktu pengisian ventrikel cukup saat kontraksi atrium.
Bundle
of his.
Mengantarkan
implus A-V node ke sisyem branch bundle
Sistem
bundle branch
Lanjutanbundle
branch of his bercabang dua :
a.
Right
Bundle Branch(RBB),cabang kanan mengirim implus ke otot ventrikel kanan.
b.
Left
Bundle Branch(LBB),cabang kanan terbagi dua :
§
Deviasi
ke belakang(left posterio vesicle),menghantarkan implus ke endokard ventrikel
kiri bagian posterior anterior.
§
Deviasi
ke depan (left anterior vesicle),menghantarkan implus ke endokard ventrikel
kiri bagian anterior dan superior
·
Sistem purkinje
Bagian
ujung bundle branch mengahantar implus menuju lapisan subendoard kedua
ventrikel,sehingga depolarisasinyang diikuti kontraksi ventrikel. Frekuensi
implus 20-40 kali/menit
Pemacu
cadangan berfungsi penting untuk mencegah berhentinya denyut jantung bila pemicu
alami(nodus SA)tidak berfungsi
Cara kerja jantung
Impuls jantung dimulai dan berasal dari Nodus Sinatrialis
(SA) yang berada di dinding posterior atrium kanan dekat muara vena kava
superior. SA Node menghasilkan denyut jantung 60-100 x dalam 1 menit. Kemudian
dihantarkan ke AV Node yang berada di atrium kanan dekat muara sinus coronaria.
Jalur AV merupakan transmisi impuls atrium dan ventrikel. Penahanan yang
terlalu lama atau gagalnya transmisi impuls pada AV Node dikenal sebagai blok
jantung. Dari AV, impuls jantung dihantarkan ke berkas his/bundel his yang
membelah menjadi cabang kiri dan kanan kemudian di serabut purkinje yang
menyebar keseluruhan permukaan dalam ventrikel otot jantung dan akan
mengkontraksi jantung. Serabut purkinje juga menghasilkan impuls 20-40 x/menit.
Sirkulasi Peredaran Darah
Darah yang berasal dari vena cava superior dan inferior
masuk atrium kanan kemudian ke ventrikel kanan lalu menuju paru-paru melalui
arteria pulmonalis. Di paru-paru terjadi difusi CO2 dan O2. Darah yang banyak
mengandung O2 keluar melalui vena pulmonalis ke atrium kiri melewati katub
bikuspidalis ke ventrikel kiri dan akhirnya dipompa ke seluruh tubuh melalui
arcus aorta kemudian melewati pembuluh darah, arteriola, kapiler (di sini
terjadi difusi nutrisi dan metabolik jaringan), venula, vena kemudian kembali lagi
dengan membawa CO2 ke atrium kanan melalui vena cava superior-inferior.
Ventrikel kiri dan kanan sewaktu diastole akan menghisap
darah dari atrium kiri dan kanan melalui katub trikuspidalis dan mitral untuk
dilewati darah. Setelah pengisian darah penuh di ventrikel akan berkontraksi
maka katup bikuspidalis dan mitral tertutup. Keadaan ini disebut sistolik.
Tertutupnya katub trikuspidalis dan mitral menghasilkan bunyi jantung I
sedangkan tertutupnya katub aorta dan pulmonal menghasilkan bunyi jantung II.
Curah jantung (cardiac output) adalah sejumlah darah yang dipompa jantung ke
seluruh tubuh tiap menit. Besarnya curah jantung berubah tergantung dari
kebutuhan metabolisme tubuh. Curah jantung (CO) sebanding dengan volume
sekuncup (SV) kali frekuensi jantung (HR).
CO = SV x HR.
CO = SV x HR.
Ø
Pengaturan Denyut Jantung
Frekuensi jantung sebagian besar berada di bawah pengaturan
system saraf otonom yaitu serabut parasimpatis mempersarafi node SA dan AV,
mempengaruhi kecepatan dan frekuensi jantung sedangkan simpatis akan memperkuat
denyut jantung.
B .Gangguan sistem catdiovaskuler (angina pectoris)
1.
Pengertian angina pectoris
Angina
(angina pektoris) merupakan nyeri dada sementara atau suatu perasaan tertekan,
yang terjadi jika otot jantung mengalami kekurangan oksigen.
Kebutuhan jantung akan oksigen ditentukan oleh beratnya kerja jantung (kecepatan dan kekuatan denyut jantung).
Kebutuhan jantung akan oksigen ditentukan oleh beratnya kerja jantung (kecepatan dan kekuatan denyut jantung).
Aktivitas
fisik dan emosi menyebabkan jantung bekerja lebih berat dan karena itu
menyebabkan meningkatnya kebutuhan jantung akan oksigen.
Jika arteri menyempit atau tersumbat sehingga aliran darah ke otot tidak dapat memenuhi kebutuhan jantung akan oksigen, maka bisa terjadi iskemia dan menyebabkan nyeri.
Jika arteri menyempit atau tersumbat sehingga aliran darah ke otot tidak dapat memenuhi kebutuhan jantung akan oksigen, maka bisa terjadi iskemia dan menyebabkan nyeri.
Penyebab
Ø Ateriosklerosis
Ø Spasme arteri koroner
Ø Anemia berat
Ø Artritis
ü
FAKTOR-FAKTOR RESIKO
Dapat
Diubah (dimodifikasi)
a. Diet (hiperlipidemia)
b. Rokok
c. Hipertensi
d. Stress
e. Obesitas
f. Kurang aktifitas
g. Diabetes Mellitus
h. Pemakaian kontrasepsi oral
Tidak dapat diubah
a. Usia
b. Jenis Kelamin
c. Ras
d. Herediter
e. Kepribadian tipe A
a. Diet (hiperlipidemia)
b. Rokok
c. Hipertensi
d. Stress
e. Obesitas
f. Kurang aktifitas
g. Diabetes Mellitus
h. Pemakaian kontrasepsi oral
Tidak dapat diubah
a. Usia
b. Jenis Kelamin
c. Ras
d. Herediter
e. Kepribadian tipe A
ü
FAKTOR PENCETUS SERANGAN
Faktor
pencetus yang dapat menimbulkan serangan antara lain :
Emosi
Stress
Kerja fisik terlalu berat
Hawa terlalu panas dan lembab
Terlalu kenyang
Banyak merokok
Emosi
Stress
Kerja fisik terlalu berat
Hawa terlalu panas dan lembab
Terlalu kenyang
Banyak merokok
ü GAMBARAN
KLINIS
Nyeri dada substernal ataru retrosternal
menjalar ke leher, tenggorokan daerah inter skapula atau lengan kiri.
Kualitas nyeri seperti tertekan benda berat, seperti diperas, terasa panas, kadang-kadang hanya perasaan tidak enak di dada (chest discomfort).
Durasi nyeri berlangsung 1 sampai 5 menit, tidak lebih daari 30 menit.
Kualitas nyeri seperti tertekan benda berat, seperti diperas, terasa panas, kadang-kadang hanya perasaan tidak enak di dada (chest discomfort).
Durasi nyeri berlangsung 1 sampai 5 menit, tidak lebih daari 30 menit.
Nyeri hilang (berkurang) bila
istirahat atau pemberian nitrogliserin.
Gejala penyerta : sesak nafas, perasaan lelah, kadang muncul keringat dingin, palpitasi, dizzines.
Gambaran EKG : depresi segmen ST, terlihat gelombang T terbalik.
Gambaran EKG seringkali normal pada waktu tidak timbul serangan
Gejala penyerta : sesak nafas, perasaan lelah, kadang muncul keringat dingin, palpitasi, dizzines.
Gambaran EKG : depresi segmen ST, terlihat gelombang T terbalik.
Gambaran EKG seringkali normal pada waktu tidak timbul serangan
ü TIPE
SERANGAN
Ø
Angina Pektoris Stabil
1.
Awitan secara klasik berkaitan
dengan latihan atau aktifitas yang meningkatkan kebutuhan oksigen niokard.
2.
Nyeri segera hilang dengan istirahat atau
penghentian aktifitas.
3.
Durasi nyeri 3 – 15 menit.
Angina Pektoris Tidak Stabil
Angina Pektoris Tidak Stabil
4.
Sifat, tempat dan penyebaran nyeri dada dapat
mirip dengan angina pektoris stabil.
Adurasi serangan dapat timbul lebih lama dari angina pektoris stabil.
Pencetus dapat terjadi pada keadaan istirahat atau pada tigkat aktifitas ringan.
Kurang responsif terhadap nitrat.
Lebih sering ditemukan depresisegmen ST.
Dapat disebabkan oleh ruptur plak aterosklerosis, spasmus, trombus atau trombosit yang beragregasi.
Angina Prinzmental (Angina Varian).
Adurasi serangan dapat timbul lebih lama dari angina pektoris stabil.
Pencetus dapat terjadi pada keadaan istirahat atau pada tigkat aktifitas ringan.
Kurang responsif terhadap nitrat.
Lebih sering ditemukan depresisegmen ST.
Dapat disebabkan oleh ruptur plak aterosklerosis, spasmus, trombus atau trombosit yang beragregasi.
Angina Prinzmental (Angina Varian).
5.
Sakit dada atau nyeri timbul pada waktu
istirahat, seringkali pagi hari.
6.
Nyeri disebabkan karena spasmus pembuluh
koroneraterosklerotik.
7.
EKG menunjukkan elevaasi segmen ST.
8.
Cenderung berkembang menjadi infaark miokard
akut.
9.
Dapat terjadi aritmia.
ü PATOFISIOLOGI
DAN PATHWAYS
Mekanisme timbulnya angina pektoris
didasarkan pada ketidakadekuatan suply oksigen ke sel-sel miokardium yang
diakibatkan karena kekauan arteri dan penyempitan lumen arteri koroner
(ateriosklerosis koroner). Tidak diketahui secara pasti apa penyebab
ateriosklerosis, namun jelas bahwa tidak ada faktor tunggal yang bertanggung
jawab atas perkembangan ateriosklerosis. Ateriosklerosis merupakan penyakit
arteri koroner yang paling sering ditemukan. Sewaktu beban kerja suatu jaringan
meningkat, maka kebutuhan oksigen juga meningkat. Apabila kebutuhan meningkat
pada jantung yang sehat maka artei koroner berdilatasi dan megalirkan lebih
banyak darah dan oksigen keotot jantung. Namun apabila arteri koroner mengalami
kekauan atau menyempit akibat ateriosklerosis dan tidak dapat berdilatasi
sebagai respon terhadap peningkatan kebutuhan akan oksigen, maka terjadi
iskemik (kekurangan suplai darah) miokardium.
Adanya endotel yang cedera
mengakibatkan hilangnya produksi No (nitrat Oksida yang berfungsi untuk
menghambat berbagai zat yang reaktif. Dengan tidak adanya fungsi ini dapat
menyababkan otot polos berkontraksi dan timbul spasmus koroner yang memperberat
penyempitan lumen karena suplai oksigen ke miokard berkurang. Penyempitan atau
blok ini belum menimbulkan gejala yang begitu nampak bila belum mencapai 75 %.
Bila penyempitan lebih dari 75 % serta dipicu dengan aktifitas berlebihan maka
suplai darah ke koroner akan berkurang. Sel-sel miokardium menggunakan glikogen
anaerob untuk memenuhi kebutuhan energi mereka. Metabolisme ini menghasilkan
asam laktat yang menurunkan pH miokardium dan menimbulkan nyeri. Apabila
kenutuhan energi sel-sel jantung berkurang, maka suplai
oksigen menjadi adekuat dan sel-sel
otot kembali fosforilasi oksidatif untuk membentuk energi. Proses ini tidak
menghasilkan asam laktat. Dengan hilangnya asam laktat nyeri akan reda.
Angina Pektoris
Spasme Pemb.Darah
Adekuat
|
Transportasi darah&O2
Menurun ke sel Jar.tubuh
|
|
Ggn.Perfusi Jaringan
|
|
Nyeri
|
|
Produksi ATP sel menurun
|
ü
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.
Elektrokardiografi
a. Normal saat kien Istirahat
b. Segmen ST eevasi atau depresi, geombang T inverse selama serangan berlangsung atau timbul saat serangan treadmill.
c. Distritmia(takikardia, AV block, atrial flutter, atrial fibrilasi)
a. Normal saat kien Istirahat
b. Segmen ST eevasi atau depresi, geombang T inverse selama serangan berlangsung atau timbul saat serangan treadmill.
c. Distritmia(takikardia, AV block, atrial flutter, atrial fibrilasi)
2.
Laboratorium Darah
a. Complete blood cells count: Anemia dan hematokrit menurun
b. Fraksi Lemak: terutama kolesterol( Low Density Lipoprotein/LDL) dan trigliserida yang merupakan factor terjadinya Artery Coronary disease(CAD)
c. Serum Tiroid: Menilai keadaan hipotiroid dan hipertiroid
a. Complete blood cells count: Anemia dan hematokrit menurun
b. Fraksi Lemak: terutama kolesterol( Low Density Lipoprotein/LDL) dan trigliserida yang merupakan factor terjadinya Artery Coronary disease(CAD)
c. Serum Tiroid: Menilai keadaan hipotiroid dan hipertiroid
3. Radiologi
a. Thoraxs Rontgen: Melihat gambaran kardiomegali seperti hipertrofi ventrikel atau Cardio Thoraxs Ratio lebih dari 50 %
b. Echocardio gram: Melihat adanya penyimpangan gerakan katup dan dilatasi ruang jantung., garakan katup yang abnormal dapat menimbulkan keluhan angina.
c. Scanning Jantung: Melihat luas daerah iskemik miokard
d. Ventrikulografi sinistra: Menilai kemampuan kontraksi miokard dan pemompaan darah yang kecil akibat kelainan katup atau septum jantung.
a. Thoraxs Rontgen: Melihat gambaran kardiomegali seperti hipertrofi ventrikel atau Cardio Thoraxs Ratio lebih dari 50 %
b. Echocardio gram: Melihat adanya penyimpangan gerakan katup dan dilatasi ruang jantung., garakan katup yang abnormal dapat menimbulkan keluhan angina.
c. Scanning Jantung: Melihat luas daerah iskemik miokard
d. Ventrikulografi sinistra: Menilai kemampuan kontraksi miokard dan pemompaan darah yang kecil akibat kelainan katup atau septum jantung.
Ø
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
·
Pengkajian
A. Riwayat Keperawatan
1. Keluhan nyeri dada di anterior,prekordial, substerna yang menjalar ke lengan kiri, leher,rahang, punggung, dan epigastrum. Nyeri dada seperti tertekan beban berat, terasa berat, dan seperti diremas yang timbul mendadak. Nyeri dada yang timbul berhubungan dengan aktifitas fisik berat atau emosi yang hebat.
2. Penyebab yang mempercepat timbulnya nyeri dan hal- hal yang mengurangi nyeri perlu dikaji guna membedakan dengan penyakit lain yang mempunyai gejala nyeri dada.
3. Pekerjaan: Perlu dicatat tentang jenis pekerjaan lien serta adanya stress fisik dan psikis yang dapat meningkatkan beban kerja jantung .
4. Hoby: Menunjukkan gaya hidup klien, cara mengatasi ketegangan dan pengurangan aktivitas yang mendadak.
5. Kaji Faktor Resiko Penyakit Jantung
a. Riwayat penyakit klien seperti Diabetes, hipertensi, penyakit vascular dan anemia.
b. Riwayat Kesehatan lain: Peningkatan Kadar Kolesterol, trigliserida, hipertiroid, kebiasaan merokok, konsumsi minuman beralkohol.
c. Obat –obatan: Toleransi terhadap obat dan terapi yang didapat saat timbul serangan.
d. Riwayat Gangguan saluran pencernaan yang dapat menimbulkan keluha nyeri epigastrium
e. Riwayat Kesehatan Keluarga: Riwayat penyaki jantung dan pembuluh darah.
B. Pemriksaaan Fisik
1. Mengkaji gejala lain guna mengesampingkan keluhan angina non kardiak seperti, esofagitis, peptic ulcer, ketegangan otot, dan penyakit kandung empedu.
2. Kaj semua status yang berhubungan dengan:Tinggi Badan, berat badan, warna kulit, poa respirasi, toleransi aktivitas, denyut nadi perifer, tekanan darah, suhu, edema, bunyi jantung, serta irama dan frekuensi denyut jantung.
3. Kaji Pola tidur dan istirahat.
1. Keluhan nyeri dada di anterior,prekordial, substerna yang menjalar ke lengan kiri, leher,rahang, punggung, dan epigastrum. Nyeri dada seperti tertekan beban berat, terasa berat, dan seperti diremas yang timbul mendadak. Nyeri dada yang timbul berhubungan dengan aktifitas fisik berat atau emosi yang hebat.
2. Penyebab yang mempercepat timbulnya nyeri dan hal- hal yang mengurangi nyeri perlu dikaji guna membedakan dengan penyakit lain yang mempunyai gejala nyeri dada.
3. Pekerjaan: Perlu dicatat tentang jenis pekerjaan lien serta adanya stress fisik dan psikis yang dapat meningkatkan beban kerja jantung .
4. Hoby: Menunjukkan gaya hidup klien, cara mengatasi ketegangan dan pengurangan aktivitas yang mendadak.
5. Kaji Faktor Resiko Penyakit Jantung
a. Riwayat penyakit klien seperti Diabetes, hipertensi, penyakit vascular dan anemia.
b. Riwayat Kesehatan lain: Peningkatan Kadar Kolesterol, trigliserida, hipertiroid, kebiasaan merokok, konsumsi minuman beralkohol.
c. Obat –obatan: Toleransi terhadap obat dan terapi yang didapat saat timbul serangan.
d. Riwayat Gangguan saluran pencernaan yang dapat menimbulkan keluha nyeri epigastrium
e. Riwayat Kesehatan Keluarga: Riwayat penyaki jantung dan pembuluh darah.
B. Pemriksaaan Fisik
1. Mengkaji gejala lain guna mengesampingkan keluhan angina non kardiak seperti, esofagitis, peptic ulcer, ketegangan otot, dan penyakit kandung empedu.
2. Kaj semua status yang berhubungan dengan:Tinggi Badan, berat badan, warna kulit, poa respirasi, toleransi aktivitas, denyut nadi perifer, tekanan darah, suhu, edema, bunyi jantung, serta irama dan frekuensi denyut jantung.
3. Kaji Pola tidur dan istirahat.
·
DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL
1.
Nyeri akut berhubungan dengan beban
kerja jantung yang meningkat
2.
Intoleransi aktifitas berhubungan
dengan berkurangnya curah jantung.
3.
Ansietas berhubungan dengan rasa
takut akan ancaman kematian yang tiba-tiba.
4.
Kurang pengetahuan (kebutuhan
belajar) mengenai kodisi, kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurangnya
informasi.
5.
Curah jantung menurun berhubungan
dengan Iskemia miokard
·
INTERVENSI
DX 1:
Nyeri akut berhubungan dengan beban kerja jantung yang meningkat
Kriteria hasil : Menyatakan atau menunjukkan nyeri hilang
Melaporkan episode Angina menurun dalam frekuensi,durasi dan beratnya
Intervensi :
Mandiri:
1.Anjurkan pasien untuk memberitahu perawat dengan cepat bila terjadi nyeri dada
2.Ciptakanlingkunan yang tenang, batasi pengunjung bila perlu.
3.Berikan makanan lembut dan biarkan klien istirahat 1 jam setelah makan.
4.Tinggal dengan klien yang mengalami nyeri atau tampak cemas.
5.Ajarkan tehnik distraksi dan relaksasi.
6.letakkkan pasien pada istirahat total selama episode angina
7.Tinggikan kepala tempat tidur bila pasien pendek
Kolaborasi pengobatan.
1.Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi
2.Pantau perubahan seri EKG
Kriteria hasil : Menyatakan atau menunjukkan nyeri hilang
Melaporkan episode Angina menurun dalam frekuensi,durasi dan beratnya
Intervensi :
Mandiri:
1.Anjurkan pasien untuk memberitahu perawat dengan cepat bila terjadi nyeri dada
2.Ciptakanlingkunan yang tenang, batasi pengunjung bila perlu.
3.Berikan makanan lembut dan biarkan klien istirahat 1 jam setelah makan.
4.Tinggal dengan klien yang mengalami nyeri atau tampak cemas.
5.Ajarkan tehnik distraksi dan relaksasi.
6.letakkkan pasien pada istirahat total selama episode angina
7.Tinggikan kepala tempat tidur bila pasien pendek
Kolaborasi pengobatan.
1.Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi
2.Pantau perubahan seri EKG
DX
2:Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kurangnya curah jantung.
Kriteria hasil: Berpartipasi dalam aktivitas yang di inginkan
Melaporkan peningkatan dalam toleransi aktivitas yang dapat diukur
Intervensi :
1.Pertahankan tirah baring pada posisi yang nyaman.
2.Berikan periode istirahat adekuat, bantu dalam pemenuhan aktifitas perawatan diri sesuai indikasi.
3.Catat warna kulit dan kualittas nadi.
4.Tingkatkan katifitas klien secara teratur.
5.Pantau EKG dengan sering.
Kriteria hasil: Berpartipasi dalam aktivitas yang di inginkan
Melaporkan peningkatan dalam toleransi aktivitas yang dapat diukur
Intervensi :
1.Pertahankan tirah baring pada posisi yang nyaman.
2.Berikan periode istirahat adekuat, bantu dalam pemenuhan aktifitas perawatan diri sesuai indikasi.
3.Catat warna kulit dan kualittas nadi.
4.Tingkatkan katifitas klien secara teratur.
5.Pantau EKG dengan sering.
DX
3:Ansietas berhubungan dengan rasa takut akan ancaman kematian yang tiba-tiba.
Kriteria hasil : Menyatakan kesadaran perasaan ansietas dsan cara sehat sesuai
Melaporkan ansietas menurun sampai tingkart yang dapat diatasi
Intervensi :
1.Jelaskan semua prosedur tindakan.
2.Dorong keluarga dan teman utnuk menganggap klien seperti sebelumnya.
3..Beritahu klien program medis yang telah dibuat untuk menurunkan/membatasi serangan akan datang dan meningkatkan stabilitas jantung.
4. Kolaborasi.
Kriteria hasil : Menyatakan kesadaran perasaan ansietas dsan cara sehat sesuai
Melaporkan ansietas menurun sampai tingkart yang dapat diatasi
Intervensi :
1.Jelaskan semua prosedur tindakan.
2.Dorong keluarga dan teman utnuk menganggap klien seperti sebelumnya.
3..Beritahu klien program medis yang telah dibuat untuk menurunkan/membatasi serangan akan datang dan meningkatkan stabilitas jantung.
4. Kolaborasi.
DX4:Kurang
pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kodisi, kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurangnya informasi.
Kriteria hasil : Berpartisipasi dalam proses belajar
Menyatakan pemahaman kondisi/proses penyakit dan pengobatan .
Melakukan perubahan pola hidup.
Intervensi :
1. Tekankan perlunya mencegah serangan angina.
2. Dorong untuk menghindari faktor/situasi yang sebagai pencetus episode angina.
3. Kaji pentingnya kontrol berat badan, menghentikan kebiasaan merokok, perubahan diet dan olah raga.
4.Tunjukkan/ dorong klien untuk memantau nadi sendiri selama aktifitas, hindari tegangan.
5.Diskusikan langkah yang diambil bila terjadi serangan angina.
6.Dorong klien untuk mengikuti program yang telah ditentukan.
Kriteria hasil : Berpartisipasi dalam proses belajar
Menyatakan pemahaman kondisi/proses penyakit dan pengobatan .
Melakukan perubahan pola hidup.
Intervensi :
1. Tekankan perlunya mencegah serangan angina.
2. Dorong untuk menghindari faktor/situasi yang sebagai pencetus episode angina.
3. Kaji pentingnya kontrol berat badan, menghentikan kebiasaan merokok, perubahan diet dan olah raga.
4.Tunjukkan/ dorong klien untuk memantau nadi sendiri selama aktifitas, hindari tegangan.
5.Diskusikan langkah yang diambil bila terjadi serangan angina.
6.Dorong klien untuk mengikuti program yang telah ditentukan.
DX5:Curah jantung manurun berhubungan dengan iskemia miokard
Kriteria hasil : Melaporkan pada perilaku/aktivitas yang menurunkan kerja jantung
Melaporkan Penurunan episode dispnea,angina dan disritmia menunjukan peningkatan toleransi aktivitas
INTERVENSI:
1.Pantau TTV
2.Catat warna kulit dan adanya/Kualitas nadi
3.Dorong pelaporan Adanya nyeri untuk upaya pengobatan sesuai Indikasi
4.Mempertahankan tirah baring pada posisi nyaman selama episode akut
Kriteria hasil : Melaporkan pada perilaku/aktivitas yang menurunkan kerja jantung
Melaporkan Penurunan episode dispnea,angina dan disritmia menunjukan peningkatan toleransi aktivitas
INTERVENSI:
1.Pantau TTV
2.Catat warna kulit dan adanya/Kualitas nadi
3.Dorong pelaporan Adanya nyeri untuk upaya pengobatan sesuai Indikasi
4.Mempertahankan tirah baring pada posisi nyaman selama episode akut
FORMAT PENGKAJIAN
1.
Riwayat Klien/ Data Biografis
|
Nama : itje
bengi
|
Suku: -
|
|
Tempat/TGL Lahir : manado
16-3-1941
|
Agama: islam
|
|
Jenis kelamin : perempuan
|
Status pernikahan: -
|
|
Pendidikan : SD
|
Orang yang paling
Dekat di hubungi : -
|
|
Alamat/ no.telp : -
|
|
2.
Riwayat hidup
|
Pasangan
-
Status
kesehatan : sakit gula
-
Umur : 83
-
Pekerjaan
: pedangang
-
|
Anak-anak
Hidup :
-
Nama dan
Alamat :
|
|
Kematian :
|
Kematian
|
|
-
Tahun
tgl kematian : 2006
-
Penyebab
kematian : sakit gula
|
-
Tahun
kematian: -
-
Penyebab
kematian: -
|
3.
Riwyat pekerjaan
|
Status pekerjaan saat ini : ibu rumah tangga
|
|
Pekerjaan sebelumnya: pedagang
|
|
Sumber pendapatan saat ini : Rp. 1.500.000
|
4.
Riwayat tempat tinggal (gambar denah rumah)
|
Tipe tempat tinggal: perumahan
|
Jumlah tingkat : 1
|
|
Jumlah kamar: 4
|
|
|
Jumlah orang yang tinggal
Tinggal: 6
|
Tetangga terdekat : ibu
bahir
|
|
Derajat privasi : -
|
|
5.
Riwayat Aktivitas di waktu luang
|
Hobby / minat : membaca
|
|
Keanggotaan organisasi: -
|
|
Liburan / pekerjaan: pantai
|
6.
Sistem pelayanan kesehatan yang digunakan
|
Dokter / perawat: dokter
|
|
Rumah sakit/puskesmas: ya
|
|
Klinik : ya
|
|
Pelayanan kesehatan di
Rumah /wisma: -
|
|
Lain – lain: -
|
|
|
7.
Deskripsi aktivitas selama 24 jam
|
Membersikan rumah, memasak,santai n tidur
|
|
|
8.
Riwayat kesehatan
|
Keluhan –keluhan utama (here and
now):
Nyeri
dada
|
|
Pengetahuan/pemahaman tentang status kesehatannya saat ini
:
baik
|
|
Pemahaman terhadap proses penuaan :
-
|
|
Status kesehatan umum selama setahun yang lalu :
Baik
|
|
Status kesehatan umum selama 5 tahun yang lalu:
Tipes
|
|
Penyakit masa kanak-kanak : nyeri dada
|
|
Penyakit serius kronik:
|
|
Trauma : ya
|
|
Perawatan di rumah sakit (catatan
alas an masuk,tanggal,tempat, durasi, dokter ):
pada tgl 3 januari 2003 ibu itje
masuk di RS dengan keluhan nyeri dada, nyeri pada kaki
|
|
Operasi (perhatikan jenis,
tanggal, tempat alas an operasi, dokter):
oprasi yang Dilakukan yaitu oprasi tumpung pada kaki
|
|
Riwatat obstetric
|
|
Obat –obatan
Nama obat : -
Dosis obat : -
Bagaimana /kapan menggunakannya: -
Dokter yang mengintruksikan: -
Tanggal resep : -
|
|
Masalah –masalah berkaitan dengan komsumsi obat :
Deficit (uraikan jika ada
keterbatasan dalam komsumsi obat): -
Efek samping yang tidak
menyenangkan : -
Presepsi keefektifan obat : -
Kesulitan memperoleh obat : -
|
|
Riwayat alergi
Obat-obatan : -
Makanan: -
Alergi : -
Factor-faktor lingkungan : -
|
|
Nutrisi
|
|
Ingat kembali diet 24 jam
,(termaksud masukan cairan),diet khusus
Pembatasan makanan atau pilihan :
|
|
Riwayat peningkatan/penurunan BB:
|
|
Pola komsumsi makanan (misalnya :
frekuensi sendiri atau dengan orang lain):
|
|
Masalah- masalah yang mempengaruhi
masukan makanan (misalnya:pendapatan tidak adekuat, daya serap lambat,
masalah,menelan/mengunyah,stress emosional):
masalah- masalah yang mempengaruhi
makanan yaitu pada saat menelan
|
|
Kebiasaan sebelum ,saat atau
setelah makan:
kebiasan sebelum saat,atau setelah makan ,istirahat sambil
membaca
|
9. Riwayat keluarga
Gambarlah
silsilah keluarga (minimal 3 generasi,disertai keterangan )
9. Tinjauan sistem
Tanda
–tanda vital :
TD: 120/
60
P : 23x/mnt
N : 19x/mnt
S : 36 º C
Beri
tanda chek pada YA atau TIDAK untuk setiap gejala,disertai keterangan jika YA
|
Hemopatik
|
Ya
|
Tidak
|
|
Pendarahan /memar
|
|
-
|
|
Pembekakann
kelenjar limfe
|
|
-
|
|
Anemia
Riwayat transfusi darah
|
|
-
|
|
kepala
|
Ya
|
Tidak
|
|
Sakit kepala
|
ü
|
|
|
Trauma berarti pada masa lalu
|
ü
|
|
|
pusing
|
ü
|
|
|
Gatal kulit kepala
|
ü
|
|
|
Leher
|
Ya
|
Tidak
|
|
Kekakuan
|
ü
|
|
|
Nyeri/nyeri tekan
|
ü
|
|
|
Benjolan /massa
|
|
-
|
|
Keterbatasan gerak
|
ü
|
|
|
Mata
|
Ya
|
Tidak
|
|
Perubahan penglihatan
|
ü
|
|
|
Kacamata/lensa kontak
|
ü
|
|
|
Nyeri
|
|
-
|
|
Air mata berlebihan
|
ü
|
|
|
priuritus
|
|
-
|
|
Bengkak sekitar mata
|
|
-
|
|
Diplopia
|
|
-
|
|
Kabur
|
|
-
|
|
Fotofobia
|
|
-
|
|
Riwayat infeksi
|
|
|
|
Tanggal pemeriksaan mata paling akhir
|
|
|
|
Tanggal pemeriksaan glaucoma paling akhir
|
|
|
|
Dampak pada aktivitas sehari-hari
|
|
-
|
|
Telinga
|
Ya
|
Tidak
|
|
Perubahan pendengaran
|
ü
|
|
|
Rabas
|
|
-
|
|
Tinnitus
|
|
-
|
|
Vertigo
|
|
-
|
|
Sensitivitas pendengaran
|
ü
|
|
|
Alat –alat prostesa
|
|
|
|
Tanggal pemeriksaan paling akhir
Kebiasaan perawatan telinga
Dampak pada aktivitas sehari-hari
|
ü
|
Tidak
tau
-
|
|
Mulut
dan tenggorokan
|
Ya
|
tidak
|
|
Sakit tenggorokan
|
ü
|
|
|
Lesi /ulkus
|
|
|
|
sesak
|
ü
|
|
|
Perubahan suara
|
ü
|
|
|
Kesulitan menelan
|
|
|
|
Pendarahan gusi
|
|
-
|
|
Karies/sdah tanggal
|
|
-
|
|
Alat –alat prostesa
|
|
|
|
Riwayat infeksi
|
|
|
|
Tanggal pemeriksaan gigi terakhir
|
ü
|
|
|
Pola menggosok gigi
|
|
|
|
Pola flossing
|
|
|
|
Masalah dan kebiasaan membersikan gigi palsu
|
|
-
|
|
Hidung
dan sinus
|
Ya
|
Tidak
|
|
Renorea
|
|
-
|
|
rabas
|
|
-
|
|
Epistaksi
|
|
-
|
|
Obstruksi
|
|
|
|
Mendengkur
|
|
|
|
Mendengkur
|
ü
|
|
|
Nyeri pada sinus
Alergi
Riwayat infeksi
Penilaian dari kemampuan olfaktori
|
ü
|
-
|
|
Payudara
|
Ya
|
Tidak
|
|
Benjolan /massa
|
|
|
|
Nyeri/nyeri tekan
|
|
|
|
Bengkak
|
|
|
|
Keluar cairan dari putting susu
|
|
|
|
Perubahan pada puting susu
|
|
|
|
Pola pemeriksaan payudara sendiri
|
|
|
|
Tanggal dan hasil mammograph paling akhir
|
|
|
|
Kardiovaskuler
|
Ya
|
Tidak
|
|
Nyeri /ketidak nyamanan dada
|
ü
|
|
|
palpasi
|
ü
|
|
|
Sesak napas
|
ü
|
|
|
Dispnea pada aktifitas
|
|
-
|
|
Dispnea noktural paroksimal
|
|
-
|
|
murmur
|
|
|
|
edema
|
ü
|
|
|
vareses
|
|
|
|
Kaki timpang
|
ü
|
|
|
parastesia
|
|
|
|
Perubahan warna kaki
|
ü
|
|
|
Gastroinestinal
|
Ya
|
Tidak
|
|
Disfagia
|
|
-
|
|
tidak dapat mencerna
|
|
-
|
|
Nyeri ulu hati
|
ü
|
|
|
Mual muntah
|
ü
|
|
|
Hematemesis
|
|
-
|
|
Perubahan napsu makan
|
ü
|
|
|
Intoleran makanan
|
ü
|
|
|
ulkus
|
|
-
|
|
Nyeri
|
ü
|
|
|
Ikterik
|
|
-
|
|
Benjolan /massa
|
|
-
|
|
Perubahan kebiasaan defekasi
|
|
-
|
|
diare
|
ü
|
|
|
konstipasi
|
ü
|
|
|
menelan
|
ü
|
|
|
Hemoroid
|
|
|
|
Pendarahan rectum
|
|
-
|
|
Pola defekasi biasanya
|
|
|
|
Perkemihan
|
Ya
|
Tidak
|
|
Disuria
|
|
-
|
|
Menetes
|
|
-
|
|
Ragu-ragu
|
|
-
|
|
Dorongan
|
|
-
|
|
Hematuria
|
|
-
|
|
Poliuria
|
|
-
|
|
Oliguria
|
|
-
|
|
Inkotinensia
|
|
-
|
|
Nyeri saat berkemih
|
|
-
|
|
Batu
|
|
-
|
|
Infeksi
|
|
-
|
|
Muskulosketal
|
Ya
|
Tidak
|
|
Nyeri persendian
|
ü
|
|
|
Kekuatan
|
ü
|
|
|
Pembekakan sendiri
|
ü
|
|
|
Deformitas
|
|
|
|
Spasme
|
|
|
|
Kram
|
ü
|
|
|
Kelemahan otot
|
ü
|
|
|
masalah cara berjalan
|
|
-
|
|
nyeri punggung
|
ü
|
|
|
prostesa
|
|
-
|
|
Pola latihan olaraga
|
|
-
|
|
Dampak pada aktivitas sehari-hari
|
ü
|
|
|
Sistem
endokrin
|
Ya
|
Tidak
|
|
Intoleran terhadap panas
|
ü
|
|
|
Intoleran terhadap dingin
|
ü
|
|
|
Goiter
|
|
-
|
|
Pigmentasi kulit/ tekstur
|
|
-
|
|
Polifagia
|
|
-
|
|
Polidipsia
|
|
-
|
|
Poliuria
|
|
-
|
|
Sistem
saraf pusat
|
Ya
|
Tidak
|
|
Sakit kepala
|
ü
|
|
|
Kejang
|
|
-
|
|
Sinkope/serangan jantung
|
|
-
|
|
paralisis
|
|
|
|
parisis
|
|
|
|
Masalah koodinasi
|
ü
|
|
|
Tic /tremor /spasme
|
|
|
|
Parastesia
|
|
|
|
Cedera kepala
|
|
-
|
|
Masalah memori
|
ü
|
|
|
Psikososial
|
Ya
|
Tidak
|
|
Cemas
|
ü
|
|
|
Depresi
|
ü
|
|
|
Insomia
|
ü
|
|
|
Menangis
|
|
|
|
Gugup
|
|
-
|
|
Takut
|
ü
|
|
|
Masalah dalam pengambilan keputusan
|
ü
|
|
|
Kulitan dalam berkontraksi
|
|
-
|
|
Mekanisme koping yang digunangan jika ada masalah
|
|
|
|
Stress saat ini
|
|
-
|
|
Presepsi tentang kematian
|
|
|
|
Dampak pada aktivitas sehari-jari
|
|
|
SKALA DEPRESI GERIATRIK YESAVEGE
1.
Apakah anda puas dengan kehidupan anda ? ya
2.
Apakah anda mengurangi hobi atau aktivitas
sehari-hari? ya
3.
Apakah anda merasa bahwa hidup anda kosong ? tidak
4.
Apakah anda sering merasa bosan ? tidak
5.
Apakah anda takut sesuatu yang buruk akan
terjadi pada anda ? ya
6.
Apakah anda selalu merasa bahagia ? ya
7.
Apakah anda lebih suka tinggal tinggal di rumah
pada malam hari dari pada
Keluar dan melakukan sesuatu yang baru ? ya
8.
Apakah anda merasa tidak berenergi?
9.
Apakah merasa tidak berguna ? tidak
10.
Apakah anda berikir bahwa hidup ini menyenangkan
? ya
11.
Apakah anda berpikir bahwa situasi anda tidak
ada harapan ? tidak
12.
Apakah anda berpikir bahwa banyak orang yang
lebih baik dari pada anda ? ya
13.
Apakah anda sering putus asa ? tidak
14.
Apakah anda selalu bersemangat ? ya
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Saat
istirahat, jantung mempergunakan oksigen dalam jumlah yang cukup besar (75 %)
dari aliran darah koroner, lebih besar daripada beberapa organ utama yang lain
dalam tubuh. Saat metabolisme, beban kerja otot jantung dan konsumsi oksigen
meningkat sehingga kebutuhan akan oksigen meningkat berlipat ganda.
Oksigen tambahan disuplai oleh peningkatan aliran darah arteri koroner, bila aliran darah koroner tidak dapat menyuplai kebutuhan sejumlah oksigen yang diperlukan oleh otot jantung, maka terjadi ketidakseimbangan antara suplai dan kebtuhan.
Oksigen tambahan disuplai oleh peningkatan aliran darah arteri koroner, bila aliran darah koroner tidak dapat menyuplai kebutuhan sejumlah oksigen yang diperlukan oleh otot jantung, maka terjadi ketidakseimbangan antara suplai dan kebtuhan.
B . saran
Pada
penderita Angina Pektoris sebaiknya mengkonsumsi obat secara teratur, karena Se
angan yang terjadi pada penyakit ini tidak begitu diketahui. Dan kami sarankan
juga lebih bnyak membaca buku-buku yang berkaitan dengan sistem cardiovaskuler
yang salah satunya gangguan pada angina pectoris .
DAFTAR
PUSTAKA
1. Corwin, Elizabeth, Buku Saku
Patofisiologi, Jakarta, EGC, 2000.
2. Doenges, Marylinn E, Rencana
Asuhan Keperawatan, Jakarta, EGC, 1998
3. Engram, Barbara, Rencana Asuhan
Keperawatan Medikal Bedah volume 2, Jakarta, EGC, 1998
4. Long, C, Barbara, Perawatan
Medikal Bedah 2, Bandung, IAPK, 1996
5. Noer, Sjaifoellah, Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam, Jakarta, FKUI, 1996
Barbara C. Long, 1989. Medical
Surgical Nursing. St. Louis. CV. Mosby Company.
Brunner and Suddarth. 1999. Keperawatan Medikal Bedah. Vol. 2, Alih bahasa: Monica Ester, Edisi 8, EGC, Jakarta.
Donna D. Ignatavicius, 1991. Medical Surgical Nursing, WB. Saunders Company, Philadelphia.
Joyce M. Black, 1997. Medical Surgical Nursing Clinical Management for Continuity of Care. Fifth Edition, WB. Saunders Company, Philadelphia.
Lewis, Sharon Mantik, 2000, Medical Surgical Nursing: Assessment and Management of Clinical Problems. Missouri: Mosby Inc.
Luckmann and Sorensen’s, 1993. Medical Surgical Nursing A Psychophysiologic Approach. Fourth edition.
Mansjoer, Arif dkk (editor), 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi Ketiga, Jilid 2. Penerbit FKUI: Jakarta.
Marilynn E. Doengoes, 1993. Nursing Care Plan. Edition 3, Philadelphia: F.A. Davis Company.
Soeparman, Sarwono Waspadji, 1990. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II. Penerbit FKUI. Jakarta.
Internet www. Googgle.id. com. Angina Pektori
Brunner and Suddarth. 1999. Keperawatan Medikal Bedah. Vol. 2, Alih bahasa: Monica Ester, Edisi 8, EGC, Jakarta.
Donna D. Ignatavicius, 1991. Medical Surgical Nursing, WB. Saunders Company, Philadelphia.
Joyce M. Black, 1997. Medical Surgical Nursing Clinical Management for Continuity of Care. Fifth Edition, WB. Saunders Company, Philadelphia.
Lewis, Sharon Mantik, 2000, Medical Surgical Nursing: Assessment and Management of Clinical Problems. Missouri: Mosby Inc.
Luckmann and Sorensen’s, 1993. Medical Surgical Nursing A Psychophysiologic Approach. Fourth edition.
Mansjoer, Arif dkk (editor), 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi Ketiga, Jilid 2. Penerbit FKUI: Jakarta.
Marilynn E. Doengoes, 1993. Nursing Care Plan. Edition 3, Philadelphia: F.A. Davis Company.
Soeparman, Sarwono Waspadji, 1990. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II. Penerbit FKUI. Jakarta.
Internet www. Googgle.id. com. Angina Pektori
http://nurse87.wordpress.com/2010/12/10/asuhan-keperawatan-pada-klien-dengan-angina-pektoris/
0 Response to "ANGINA PEKTORIS"
Post a Comment