Iklan adsense

Disqus Shortname

designcart

ANGINA PEKTORIS

MAKALAH SISTEM CARDIOVACULAR
(ANGINA PEKTORIS)

DI SUSUN OLEH
Kelompok 5
Ketua : anastasya .syahailatua
Rona. Lololuan
 Fendry.mantai  

Stikes graha edukasi makassar
2011 / 2012



KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa oleh kerena rahmat dan Anugrahya sehingga penulis dapat menyelesaikan malalah ini sebangaimana mestinya. Pembuatan Makalah ini adalah sebagai tugas awal memasuki semester 5 atau pendalaman mareri Komunitas 2 (GERONTIK).yang  didalamnya  membahas  mengenai  “Gangguan-Gangguan pada Sistem cardiovaskuler” terhadap penyakit tersebut .
Adapun dalam pembuatan makalah ini mendapat beberapa hambatan, namun berkat bantuan dan kerja sama dari teman-teman  sekalian, kami bisa melalui semuanya tampa dengan hambatan
  Penulis juga menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan , oleh sebab itu kami berharap pembaca khususnya dosen agar dapat memberikan Arahan/masukan kepada kami .agar kami lebih matang dalam penyusunan Makalah ini.
Atas perhatianya kami kelompok  5 mengucapkan terimah kasih


                                                                                                                                   Makkasar, 22 November  2012
                                                                                                                                                
                                                                                                                                                          Penulis                

                                                                                                                                                       Kelompok  5










DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.      Latar belakang
B.      Rumusan masalah
C.      Tujuan msalah

BAB II PEMBAHASAN
A.      Anatomi fisiologi jantung
B.      Gangguan – Gangguan sistem  cardiovascular
(ANGINA PEKTORIS)
   c. ASKEP ANGINA PEKTORIS
          Pengkajian
          Diagnosa
          Perencanaan
          Implementasi
          Evaluasi

BAB IV .PENUTUP
A.      Kimpulan
B.      Saran
DAFTAR PUSTAKA






BAB I PENDAHULUAN

A.      Latar belakang

Sistem cardiovascular adalah sistem transpor pada tubuh yang membawa makanan,oksigen,Air  dan semua zat esensial lain ke sel-sel  jaringan kembali dan membawa produk  sisanya. Sistem ini terdiri dari cor ( jantung ) yang berfungsi memompa darah dan vacular (pembulu darah) dimana merupakan saluran yang menghunungkan antara cor (jantumg) dan jaringan. Karena cor terletak di dalam cavum thorax (rongga dada).



B.      Rumusan masalah
Ø  Apa itu angina pectoris ?
Ø  A pa saka etiologinya ?
Ø  A pa patofisiologinya ?
Ø  Bagaimana  asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan angina pectoris ?


C .  Tujuan masalah
Ø          Untuk mengetahui apa itu ANFIS jantung
Ø          Untuk mengetahui  gangguan  pada sistem cardiovaskuler salah satunya angina pectoris
Ø          Untuk mengetahui bagaimana  etiologi,patofisiologi angina pectoris
Ø          Untuk mengetahui apa ASKEP pada angina pectoris









BAB II  PEMBAHASAN



A.      Anatomi fisiologi jantung

Jantung adalah organ berongga, berotot yang terletak di tengah thoraks dan menempati rongga antara kedua paru yang disebut mediastinum. Fungsi jantung adalah memompa darah ke jaringan, mensuplai O2 dan nutrisi sambil mengangkut CO2 dan sampah hasil metabolisme. Terdapat dua pompa jantung yang terletak di sebelah kiri dan kanan, keluaran jantung kanan didistribusikan seluruhnya ke paru-paru melalui arteri. Kerja pompa jantung dijalankan oleh kontraktilitas relaksasi ritmik dinding otot. Kontraksi otot disebut sistolik, kamar jantung menjadi lebih kecil karena darah disemburkan keluar. Relaksasi otot jantung disebut diastolik kamar jantung akan terisi darah sebagai persiapan untuk penyemburan berikutnya.
               Jantung terbungkus dalam kantung fibrosa tipis yang disebut perikardium. Lapisan luar disebut pericardium parietalis dan lapisan dalam disebut pericardium viceralis yang langsung melekat pada permukaan jantung. Kedua pericardium dipisahkan oleh sedikit cairan pelumas yang berfungsi mengurangi gesekan selama kontraksi jantung. Jantung terdiri dari tiga

lapisan yaitu :
• Lapisan luar : epikardium.
• Lapisan tengah : miokardium, merupakan lapisan otot.
• Lapisan dalam : endokardium

Berat jantung ±250-360 gr,Ukurannya ± sebesar kepalan tangan .Jantung di tutupi oleh Pericardium .
Ada 2 lap. Pericardium :
·         P. Visceralis ( lapisan dlm )
·         P. Parietalis ( lpisan luar )
Fungsi pericardium :
·         mencgah gesekan selama kontraksi

Lapisan jantung
·         Epicardium
·         Miocardium
·         Endokardium

Batas Jantung
·         Batas kiri  : Paru kiri
·         Batas kanan : Paru Kanan
·         Batas bawah : Diafragma
·         Batas atas :arkus aorta ,v.c.superior,&trakea
·         Batas depan : sternum ,& thymus
·         Batas belakang : tulang belakang ,osephagus,aorta desendens
Ruang Jantung
Jantung mempunyai 4 ruang yaitu :
·         Atrium kanan:
§  Berdinding tipis
§  Fungsinya:menampung darah dari sirkulasisistemik untuk dialirkan ke ventilasi kanan dan selanjutnya ke paru-raru
§  80% darah dari atrium kanan mengalir secara pasif ke ventrikel kanan dan sisanya yang 20% mengalir akibat kontraksi dari atrium kanan
·         Ventrikel kanan :
§  Dindingnya lebih tipis jika dibandingkan dengan ventrikel kiri.
§  Rongganya berbentuk bulan sabit untuk menghasilkan kontraksi bertekanan rendah guna mengalirkan darah ke paru(sirkulasi pulmonal) melalui arteri pulmonal.
·         Atrium kiri :
§  Menerima darah yang kaya oksigen dari paru –paru melalui ke empat vena pulmonalis
§  Diantara vena pulmonalis dan atrium kiri tidak ada katub sejati sehingga perunahan tekanan dalam atrium kiri mudah mengakibatkan membaliknya aliran darah dari atrium ke pembuluh darah.
·         Ventrikel kiri :
§  Mempunyai otot yang tebal dan rongga berbentuk O
§  Kontraksi dari ventrikel kiri menghasilkan tekanan  tinggi yang mampu mengatasi tahanan sirkulasi sistemik dan mempertahankan aliran darah ke jaringan ferifer
Katup Jantung
·         Fungsinya : untuk mempertahankan aliran darah agar berjalan searah melalui biliki-bilik jantung
·         Katub jantung mempunyai 2 jenis yaitu:
§  Katub atrioventrikularis:
Ø  Daun katubnya halus dan tahan lama.
Ø  Katub trikuspid:
ü  Mempunyai 3 daun katub
ü  Memisahkan atrium dan ventrikel kanan
Ø  Katup mitralis:
ü  Mempunyai 2 katup
ü  Memishkan atrium dan ventrikel kiri
§  Katup seminularis:
Ø  Terdiri dari 3 katup simetris yang mempunyai corong dan terikat pada anulus fribosus
Ø  Berfungsi untuk mencengah darah mengalirnkembali ke ventrikel
Ø  Katup aorta(antara ventrikel kiri dan aorta),diatas daun katub terdapat sinus valsava yang merupakan muara dari arteri koronaria
Ø  Katup pulmonal(antara ventrikel kiri dan arteri pulmonal

Vaskularisasi Jantung:
·         Jantung mendapat nutrisi dan oksingen melalui pembuluh darah jantung ysitu arteri koronaria yang menrupakan cabang langsung dari aorta ascenden yang bermuara di sinus valsava.

·         Ada 2 arteri koronaria:
1.      Arteri koronaria kanan
2.      Arteri koronaria kiri,bercabang menjadi 2 :
§  Arteri desendens anterior kiri
§  Arteri sirkumfleksa kiri

·         Kedua arteri ini berjalan melalui celah anatomis jantung yaitu:

§  Sulkus atrioventrikularis
§  Sulkus interventrikularis

·         Pertemuan kedua celah di permukaan posterior jantung disebut “KRUKS JANTUNG”

·        Arteri koronaria kanan menyuplai darah ke
§  Atrium kanan
§  Ventrikel kanan
§  Dinding inferior ventrikel kiri

·         Arteri sirkumfleksa kiri menyuplai darah ke
§  Atrium kiri
§  Dinding posterior lateral ventrikel kiri


·         Arteri descenden anterior kiri menyuplai darah ke
§  Dinding depan ventrikel kiri


Ø      Sistem konduksi Jantung ( sistem penghantar )
Di jantung ada penghantar khusus yang berfungsi menjamin irama & rangsangan serta kontraksi otot jantung .

Ø    Sifat sistem penghantar khusus :
·         Otomatis
·         Ritmisasi : impuls yang teratur
·         Daya konduksi : ability 4 menylrx impuls
·         Daya rangsangan : kemampuan  u/ merspon trhdap rangsngan.

Ø    Sistem konduksi :

Ø    Sistem penghantar khusus :
·         Sinoatrial (S-A) node

Terletak pada dinding lateral superior atrium dekat vena kava superior. Sel pacemaker mengeluarkan implus listrik otomatis,normal 60-100 kali/menit dipengaruhi syaraf simpatis dan parasimpatis.

Traktus internodal.
Mengahantar implus dari S-A node ke A-V node melalui ketiga traktus anterior,media dan posterior,dalam waktu 0.03 detik untuk kontraksi atrium.

Branchman bundle
Mengantarkan implus dari S-A node ke atrium kiri.

·         Atrioventrikuler (A-V)node
 Mengeluarkan implus 40-60 kali/menit
        Terletak pada dinding posterior septum atrium kanan,dibelakang katup trikuspial berdekatan dengan sinus koronarius. Mengatur jumlah implus atrium ke ventrikel,tertunda selama 0.08-0.12 detik saat penebusan implus melalui fasikulus kecil jaringan fibrosa antara atrium dan ventrikel memberi waktu pengisian ventrikel cukup saat kontraksi atrium.

Bundle of his.
Mengantarkan implus A-V node ke sisyem branch bundle

Sistem bundle branch
Lanjutanbundle branch of his bercabang dua :
a.       Right Bundle Branch(RBB),cabang kanan mengirim implus ke otot ventrikel kanan.
b.      Left Bundle Branch(LBB),cabang kanan terbagi dua :
§  Deviasi ke belakang(left posterio vesicle),menghantarkan implus ke endokard ventrikel kiri bagian posterior anterior.
§  Deviasi ke depan (left anterior vesicle),menghantarkan implus ke endokard ventrikel kiri bagian anterior dan superior

·         Sistem purkinje
Bagian ujung bundle branch mengahantar implus menuju lapisan subendoard kedua ventrikel,sehingga depolarisasinyang diikuti kontraksi ventrikel. Frekuensi implus 20-40 kali/menit
Pemacu cadangan berfungsi penting untuk mencegah berhentinya denyut jantung bila pemicu alami(nodus SA)tidak berfungsi

Cara  kerja jantung



Impuls jantung dimulai dan berasal dari Nodus Sinatrialis (SA) yang berada di dinding posterior atrium kanan dekat muara vena kava superior. SA Node menghasilkan denyut jantung 60-100 x dalam 1 menit. Kemudian dihantarkan ke AV Node yang berada di atrium kanan dekat muara sinus coronaria. Jalur AV merupakan transmisi impuls atrium dan ventrikel. Penahanan yang terlalu lama atau gagalnya transmisi impuls pada AV Node dikenal sebagai blok jantung. Dari AV, impuls jantung dihantarkan ke berkas his/bundel his yang membelah menjadi cabang kiri dan kanan kemudian di serabut purkinje yang menyebar keseluruhan permukaan dalam ventrikel otot jantung dan akan mengkontraksi jantung. Serabut purkinje juga menghasilkan impuls 20-40 x/menit.

Sirkulasi Peredaran Darah

Darah yang berasal dari vena cava superior dan inferior masuk atrium kanan kemudian ke ventrikel kanan lalu menuju paru-paru melalui arteria pulmonalis. Di paru-paru terjadi difusi CO2 dan O2. Darah yang banyak mengandung O2 keluar melalui vena pulmonalis ke atrium kiri melewati katub bikuspidalis ke ventrikel kiri dan akhirnya dipompa ke seluruh tubuh melalui arcus aorta kemudian melewati pembuluh darah, arteriola, kapiler (di sini terjadi difusi nutrisi dan metabolik jaringan), venula, vena kemudian kembali lagi dengan membawa CO2 ke atrium kanan melalui vena cava superior-inferior.

Ventrikel kiri dan kanan sewaktu diastole akan menghisap darah dari atrium kiri dan kanan melalui katub trikuspidalis dan mitral untuk dilewati darah. Setelah pengisian darah penuh di ventrikel akan berkontraksi maka katup bikuspidalis dan mitral tertutup. Keadaan ini disebut sistolik. Tertutupnya katub trikuspidalis dan mitral menghasilkan bunyi jantung I sedangkan tertutupnya katub aorta dan pulmonal menghasilkan bunyi jantung II. Curah jantung (cardiac output) adalah sejumlah darah yang dipompa jantung ke seluruh tubuh tiap menit. Besarnya curah jantung berubah tergantung dari kebutuhan metabolisme tubuh. Curah jantung (CO) sebanding dengan volume sekuncup (SV) kali frekuensi jantung (HR).
CO = SV x HR.

Ø  Pengaturan Denyut Jantung

Frekuensi jantung sebagian besar berada di bawah pengaturan system saraf otonom yaitu serabut parasimpatis mempersarafi node SA dan AV, mempengaruhi kecepatan dan frekuensi jantung sedangkan simpatis akan memperkuat denyut jantung.

B .Gangguan sistem catdiovaskuler (angina pectoris)

1.      Pengertian angina pectoris
Angina (angina pektoris) merupakan nyeri dada sementara atau suatu perasaan tertekan, yang terjadi jika otot jantung mengalami kekurangan oksigen.
Kebutuhan jantung akan oksigen ditentukan oleh beratnya kerja jantung (kecepatan dan kekuatan denyut jantung).

Aktivitas fisik dan emosi menyebabkan jantung bekerja lebih berat dan karena itu menyebabkan meningkatnya kebutuhan jantung akan oksigen.
Jika arteri menyempit atau tersumbat sehingga aliran darah ke otot tidak dapat memenuhi kebutuhan jantung akan oksigen, maka bisa terjadi iskemia dan menyebabkan nyeri.


Penyebab







Ø  Ateriosklerosis

Ø  Spasme arteri koroner

Ø  Anemia berat

Ø  Artritis




ü  FAKTOR-FAKTOR RESIKO
Dapat Diubah (dimodifikasi)
a. Diet (hiperlipidemia)
b. Rokok
c. Hipertensi
d. Stress
e. Obesitas
f. Kurang aktifitas
g. Diabetes Mellitus
h. Pemakaian kontrasepsi oral
Tidak dapat diubah
a. Usia
b. Jenis Kelamin
c. Ras
d. Herediter
e. Kepribadian tipe A
ü  FAKTOR PENCETUS SERANGAN
Faktor pencetus yang dapat menimbulkan serangan antara lain :
Emosi
Stress
Kerja fisik terlalu berat
Hawa terlalu panas dan lembab
Terlalu kenyang
Banyak merokok

ü  GAMBARAN KLINIS
Nyeri dada substernal ataru retrosternal menjalar ke leher, tenggorokan daerah inter skapula atau lengan kiri.
Kualitas nyeri seperti tertekan benda berat, seperti diperas, terasa panas, kadang-kadang hanya perasaan tidak enak di dada (chest discomfort).
Durasi nyeri berlangsung 1 sampai 5 menit, tidak lebih daari 30 menit.

Nyeri hilang (berkurang) bila istirahat atau pemberian nitrogliserin.
Gejala penyerta : sesak nafas, perasaan lelah, kadang muncul keringat dingin, palpitasi, dizzines.
Gambaran EKG : depresi segmen ST, terlihat gelombang T terbalik.
Gambaran EKG seringkali normal pada waktu tidak timbul serangan

ü  TIPE SERANGAN                               

Ø  Angina Pektoris Stabil

1.      Awitan secara klasik berkaitan dengan latihan atau aktifitas yang meningkatkan kebutuhan oksigen niokard.

2.       Nyeri segera hilang dengan istirahat atau penghentian aktifitas.

3.       Durasi nyeri 3 – 15 menit.
Angina Pektoris Tidak Stabil

4.       Sifat, tempat dan penyebaran nyeri dada dapat mirip dengan angina pektoris stabil.
Adurasi serangan dapat timbul lebih lama dari angina pektoris stabil.
Pencetus dapat terjadi pada keadaan istirahat atau pada tigkat aktifitas ringan.
Kurang responsif terhadap nitrat.
Lebih sering ditemukan depresisegmen ST.
Dapat disebabkan oleh ruptur plak aterosklerosis, spasmus, trombus atau trombosit yang beragregasi.
Angina Prinzmental (Angina Varian).

5.       Sakit dada atau nyeri timbul pada waktu istirahat, seringkali pagi hari.

6.       Nyeri disebabkan karena spasmus pembuluh koroneraterosklerotik.

7.       EKG menunjukkan elevaasi segmen ST.

8.       Cenderung berkembang menjadi infaark miokard akut.

9.      Dapat terjadi aritmia.


ü  PATOFISIOLOGI DAN PATHWAYS

Mekanisme timbulnya angina pektoris didasarkan pada ketidakadekuatan suply oksigen ke sel-sel miokardium yang diakibatkan karena kekauan arteri dan penyempitan lumen arteri koroner (ateriosklerosis koroner). Tidak diketahui secara pasti apa penyebab ateriosklerosis, namun jelas bahwa tidak ada faktor tunggal yang bertanggung jawab atas perkembangan ateriosklerosis. Ateriosklerosis merupakan penyakit arteri koroner yang paling sering ditemukan. Sewaktu beban kerja suatu jaringan meningkat, maka kebutuhan oksigen juga meningkat. Apabila kebutuhan meningkat pada jantung yang sehat maka artei koroner berdilatasi dan megalirkan lebih banyak darah dan oksigen keotot jantung. Namun apabila arteri koroner mengalami kekauan atau menyempit akibat ateriosklerosis dan tidak dapat berdilatasi sebagai respon terhadap peningkatan kebutuhan akan oksigen, maka terjadi iskemik (kekurangan suplai darah) miokardium.

Adanya endotel yang cedera mengakibatkan hilangnya produksi No (nitrat Oksida yang berfungsi untuk menghambat berbagai zat yang reaktif. Dengan tidak adanya fungsi ini dapat menyababkan otot polos berkontraksi dan timbul spasmus koroner yang memperberat penyempitan lumen karena suplai oksigen ke miokard berkurang. Penyempitan atau blok ini belum menimbulkan gejala yang begitu nampak bila belum mencapai 75 %. Bila penyempitan lebih dari 75 % serta dipicu dengan aktifitas berlebihan maka suplai darah ke koroner akan berkurang. Sel-sel miokardium menggunakan glikogen anaerob untuk memenuhi kebutuhan energi mereka. Metabolisme ini menghasilkan asam laktat yang menurunkan pH miokardium dan menimbulkan nyeri. Apabila kenutuhan energi sel-sel jantung berkurang, maka suplai
oksigen menjadi adekuat dan sel-sel otot kembali fosforilasi oksidatif untuk membentuk energi. Proses ini tidak menghasilkan asam laktat. Dengan hilangnya asam laktat nyeri akan reda.


Angina Pektoris
 


Spasme Pemb.Darah
Art.Coroner

Aliran Darah Coroner me

Suplai O2 ke Jtg Tdk
Adekuat
                                                       C.O me       
Transportasi darah&O2
Menurun ke sel Jar.tubuh
 



Sirkulasi ke perifer me
Iskemik
Ggn.Perfusi Jaringan
Nyeri
Produksi ATP sel menurun
 








ü  PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Elektrokardiografi
a. Normal saat kien Istirahat
b. Segmen ST eevasi atau depresi, geombang T inverse selama serangan berlangsung atau timbul saat serangan treadmill.
c. Distritmia(takikardia, AV block, atrial flutter, atrial fibrilasi)
2. Laboratorium Darah
a. Complete blood cells count: Anemia dan hematokrit menurun
b. Fraksi Lemak: terutama kolesterol( Low Density Lipoprotein/LDL) dan trigliserida yang merupakan factor terjadinya Artery Coronary disease(CAD)
c. Serum Tiroid: Menilai keadaan hipotiroid dan hipertiroid

3. Radiologi
a. Thoraxs Rontgen: Melihat gambaran kardiomegali seperti hipertrofi ventrikel atau Cardio Thoraxs Ratio lebih dari 50 %
b. Echocardio gram: Melihat adanya penyimpangan gerakan katup dan dilatasi ruang jantung., garakan katup yang abnormal dapat menimbulkan keluhan angina.
c. Scanning Jantung: Melihat luas daerah iskemik miokard
d. Ventrikulografi sinistra: Menilai kemampuan kontraksi miokard dan pemompaan darah yang kecil akibat kelainan katup atau septum jantung.
Ø  RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

·         Pengkajian

A. Riwayat Keperawatan
1. Keluhan nyeri dada di anterior,prekordial, substerna yang menjalar ke lengan kiri, leher,rahang, punggung, dan epigastrum. Nyeri dada seperti tertekan beban berat, terasa berat, dan seperti diremas yang timbul mendadak. Nyeri dada yang timbul berhubungan dengan aktifitas fisik berat atau emosi yang hebat.
2. Penyebab yang mempercepat timbulnya nyeri dan hal- hal yang mengurangi nyeri perlu dikaji guna membedakan dengan penyakit lain yang mempunyai gejala nyeri dada.
3. Pekerjaan: Perlu dicatat tentang jenis pekerjaan lien serta adanya stress fisik dan psikis yang dapat meningkatkan beban kerja jantung .
4. Hoby: Menunjukkan gaya hidup klien, cara mengatasi ketegangan dan pengurangan aktivitas yang mendadak.
5. Kaji Faktor Resiko Penyakit Jantung
a. Riwayat penyakit klien seperti Diabetes, hipertensi, penyakit vascular dan anemia.
b. Riwayat Kesehatan lain: Peningkatan Kadar Kolesterol, trigliserida, hipertiroid, kebiasaan merokok, konsumsi minuman beralkohol.
c. Obat –obatan: Toleransi terhadap obat dan terapi yang didapat saat timbul serangan.
d. Riwayat Gangguan saluran pencernaan yang dapat menimbulkan keluha nyeri epigastrium
e. Riwayat Kesehatan Keluarga: Riwayat penyaki jantung dan pembuluh darah.
B. Pemriksaaan Fisik
1. Mengkaji gejala lain guna mengesampingkan keluhan angina non kardiak seperti, esofagitis, peptic ulcer, ketegangan otot, dan penyakit kandung empedu.
2. Kaj semua status yang berhubungan dengan:Tinggi Badan, berat badan, warna kulit, poa respirasi, toleransi aktivitas, denyut nadi perifer, tekanan darah, suhu, edema, bunyi jantung, serta irama dan frekuensi denyut jantung.
3. Kaji Pola tidur dan istirahat.


·         DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL

1.      Nyeri akut berhubungan dengan beban kerja jantung yang meningkat

2.      Intoleransi aktifitas berhubungan dengan berkurangnya curah jantung.

3.      Ansietas berhubungan dengan rasa takut akan ancaman kematian yang tiba-tiba.

4.      Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kodisi, kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurangnya informasi.

5.      Curah jantung menurun berhubungan dengan Iskemia miokard



·         INTERVENSI

DX 1: Nyeri akut berhubungan dengan beban kerja jantung yang meningkat
Kriteria hasil : Menyatakan atau menunjukkan nyeri hilang

Melaporkan episode Angina menurun dalam frekuensi,durasi dan beratnya
Intervensi :
Mandiri:
1.Anjurkan pasien untuk memberitahu perawat dengan cepat bila terjadi nyeri dada
2.Ciptakanlingkunan yang tenang, batasi pengunjung bila perlu.
3.Berikan makanan lembut dan biarkan klien istirahat 1 jam setelah makan.
4.Tinggal dengan klien yang mengalami nyeri atau tampak cemas.
5.Ajarkan tehnik distraksi dan relaksasi.
6.letakkkan pasien pada istirahat total selama episode angina
7.Tinggikan kepala tempat tidur bila pasien pendek
Kolaborasi pengobatan.
1.Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi
2.Pantau perubahan seri EKG

DX 2:Intoleransi aktifitas berhubungan dengan kurangnya curah jantung.
Kriteria hasil: Berpartipasi dalam aktivitas yang di inginkan
Melaporkan peningkatan dalam toleransi aktivitas yang dapat diukur
Intervensi :
1.Pertahankan tirah baring pada posisi yang nyaman.
2.Berikan periode istirahat adekuat, bantu dalam pemenuhan aktifitas perawatan diri sesuai indikasi.
3.Catat warna kulit dan kualittas nadi.
4.Tingkatkan katifitas klien secara teratur.
5.Pantau EKG dengan sering.

DX 3:Ansietas berhubungan dengan rasa takut akan ancaman kematian yang tiba-tiba.
Kriteria hasil : Menyatakan kesadaran perasaan ansietas dsan cara sehat sesuai
Melaporkan ansietas menurun sampai tingkart yang dapat diatasi
Intervensi :
1.Jelaskan semua prosedur tindakan.
2.Dorong keluarga dan teman utnuk menganggap klien seperti sebelumnya.
3..Beritahu klien program medis yang telah dibuat untuk menurunkan/membatasi serangan akan datang dan meningkatkan stabilitas jantung.
4. Kolaborasi.

DX4:Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kodisi, kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurangnya informasi.
Kriteria hasil : Berpartisipasi dalam proses belajar
Menyatakan pemahaman kondisi/proses penyakit dan pengobatan .
Melakukan perubahan pola hidup.
Intervensi :
1. Tekankan perlunya mencegah serangan angina.
2. Dorong untuk menghindari faktor/situasi yang sebagai pencetus episode angina.
3. Kaji pentingnya kontrol berat badan, menghentikan kebiasaan merokok, perubahan diet dan olah raga.
4.Tunjukkan/ dorong klien untuk memantau nadi sendiri selama aktifitas, hindari tegangan.
5.Diskusikan langkah yang diambil bila terjadi serangan angina.
6.Dorong klien untuk mengikuti program yang telah ditentukan.
DX5:Curah jantung manurun berhubungan dengan iskemia miokard
Kriteria hasil : Melaporkan pada perilaku/aktivitas yang menurunkan kerja jantung
Melaporkan Penurunan episode dispnea,angina dan disritmia menunjukan peningkatan toleransi aktivitas
INTERVENSI:
1.Pantau TTV
2.Catat warna kulit dan adanya/Kualitas nadi
3.Dorong pelaporan Adanya nyeri untuk upaya pengobatan sesuai Indikasi
4.Mempertahankan tirah baring pada posisi nyaman selama episode akut
















FORMAT PENGKAJIAN

1.      Riwayat Klien/ Data Biografis
Nama  : itje bengi
Suku: -
Tempat/TGL Lahir : manado 16-3-1941
Agama: islam
Jenis kelamin : perempuan
Status pernikahan: -
Pendidikan : SD
Orang yang paling
Dekat di hubungi : -
Alamat/ no.telp : -


2.      Riwayat hidup
Pasangan
-          Status kesehatan : sakit gula
-          Umur : 83
-          Pekerjaan : pedangang
-           
Anak-anak
Hidup :
-          Nama dan Alamat :


Kematian :
Kematian
-          Tahun tgl kematian : 2006
-          Penyebab kematian : sakit gula
-          Tahun kematian: -
-          Penyebab kematian: -
3.      Riwyat pekerjaan
Status pekerjaan saat ini : ibu rumah tangga
Pekerjaan sebelumnya: pedagang
Sumber pendapatan saat ini : Rp. 1.500.000

4.      Riwayat tempat tinggal (gambar denah rumah)
Tipe tempat tinggal: perumahan
Jumlah tingkat : 1
Jumlah kamar: 4

Jumlah orang yang tinggal
Tinggal: 6
Tetangga terdekat : ibu bahir
Derajat privasi : -





5.      Riwayat Aktivitas di waktu luang
Hobby / minat : membaca
Keanggotaan organisasi: -
Liburan / pekerjaan: pantai
6.      Sistem pelayanan kesehatan yang digunakan
Dokter / perawat: dokter
Rumah sakit/puskesmas: ya
Klinik : ya
Pelayanan kesehatan di
Rumah /wisma: -
Lain – lain: -


7.      Deskripsi aktivitas selama 24 jam
Membersikan rumah, memasak,santai n tidur



8.      Riwayat kesehatan
Keluhan –keluhan utama (here and now):

Nyeri dada

Pengetahuan/pemahaman tentang status kesehatannya saat ini :
 
baik

Pemahaman terhadap proses penuaan :

-           

Status kesehatan umum selama setahun yang lalu :
 Baik

Status kesehatan umum selama 5 tahun yang lalu:
Tipes


Penyakit masa kanak-kanak : nyeri dada
Penyakit serius kronik:
Trauma : ya


Perawatan di rumah sakit (catatan alas an masuk,tanggal,tempat, durasi, dokter ):
pada tgl 3 januari 2003 ibu itje masuk di RS dengan keluhan nyeri dada, nyeri pada kaki

Operasi (perhatikan jenis, tanggal, tempat alas an operasi, dokter):
  oprasi yang  Dilakukan yaitu  oprasi tumpung pada kaki


Riwatat obstetric
Obat –obatan
Nama obat : -
Dosis obat : -
Bagaimana /kapan menggunakannya: -
Dokter yang mengintruksikan: -
Tanggal resep : -
Masalah –masalah berkaitan dengan komsumsi obat :
Deficit (uraikan jika ada keterbatasan dalam komsumsi obat): -
Efek samping yang tidak menyenangkan : -
Presepsi keefektifan obat : -
Kesulitan memperoleh obat : -
Riwayat alergi
Obat-obatan : -
Makanan: -
Alergi : -
Factor-faktor lingkungan : -



Nutrisi
Ingat kembali diet 24 jam ,(termaksud masukan cairan),diet khusus
Pembatasan makanan atau pilihan :
Riwayat peningkatan/penurunan BB:
Pola komsumsi makanan (misalnya : frekuensi sendiri atau dengan orang lain):

Masalah- masalah yang mempengaruhi masukan makanan (misalnya:pendapatan tidak adekuat, daya serap lambat, masalah,menelan/mengunyah,stress emosional):
masalah- masalah yang mempengaruhi makanan yaitu pada saat menelan
Kebiasaan sebelum ,saat atau setelah makan:
kebiasan sebelum  saat,atau setelah makan ,istirahat sambil membaca





             9. Riwayat keluarga
Gambarlah silsilah keluarga (minimal 3 generasi,disertai keterangan )

 
















9.       Tinjauan sistem
Tanda –tanda vital :
TD: 120/ 60
P     : 23x/mnt
N     : 19x/mnt
S       : 36 º C




Beri tanda chek pada YA atau TIDAK untuk setiap gejala,disertai keterangan jika YA

Hemopatik
Ya
Tidak
Pendarahan /memar

-
   Pembekakann kelenjar limfe

                           -
Anemia
Riwayat transfusi darah

                           -

kepala
Ya
Tidak
Sakit kepala
ü   
                            
Trauma berarti pada masa lalu
ü   

pusing
ü   

Gatal kulit kepala
ü   


Leher
Ya
Tidak
Kekakuan
ü   

Nyeri/nyeri tekan
ü   

Benjolan /massa

-
Keterbatasan gerak
ü   


Mata
Ya
Tidak
Perubahan penglihatan
ü   

Kacamata/lensa kontak
ü   

Nyeri

-
Air mata berlebihan
ü   

priuritus

-
Bengkak sekitar mata

-
Diplopia

-




Kabur

-
Fotofobia

-
Riwayat infeksi


Tanggal pemeriksaan mata paling akhir


Tanggal pemeriksaan glaucoma paling akhir


Dampak pada aktivitas sehari-hari

-

Telinga
Ya
Tidak
Perubahan pendengaran
ü   

Rabas

-
Tinnitus

-
Vertigo

-
Sensitivitas pendengaran
ü   

Alat –alat prostesa


Tanggal pemeriksaan paling akhir
Kebiasaan  perawatan telinga
Dampak pada aktivitas sehari-hari



ü   
Tidak tau



-

Mulut dan tenggorokan
Ya
tidak
Sakit tenggorokan
ü   

Lesi /ulkus


sesak
ü   

Perubahan suara
ü   

Kesulitan menelan


Pendarahan gusi

-
Karies/sdah tanggal

-

Alat –alat prostesa


Riwayat infeksi


Tanggal pemeriksaan gigi terakhir
ü   

Pola menggosok gigi


Pola flossing


Masalah dan kebiasaan membersikan gigi palsu

-



Hidung dan sinus
Ya
Tidak
Renorea

-
rabas

-
Epistaksi

-
Obstruksi


Mendengkur


Mendengkur
ü   

Nyeri pada sinus
Alergi
Riwayat infeksi
Penilaian dari kemampuan olfaktori

ü   
-

Payudara
Ya
Tidak
Benjolan /massa


Nyeri/nyeri tekan


Bengkak


Keluar cairan dari putting susu


Perubahan pada puting susu


Pola pemeriksaan payudara sendiri


Tanggal dan hasil mammograph paling akhir



Kardiovaskuler
Ya
Tidak
Nyeri /ketidak nyamanan dada
ü   

palpasi
ü   

Sesak napas
ü   

Dispnea pada aktifitas

-
Dispnea noktural paroksimal

-
murmur


edema
ü   

vareses


Kaki timpang
ü   

parastesia


Perubahan warna kaki
ü   





Gastroinestinal
Ya
Tidak
Disfagia

-
tidak dapat mencerna

-
Nyeri ulu hati
ü   

Mual muntah
ü   

Hematemesis

-
Perubahan napsu makan
ü   

Intoleran makanan
ü   

ulkus

-
Nyeri
ü   

Ikterik

-
Benjolan /massa

-
Perubahan kebiasaan defekasi

-
diare
ü   

konstipasi
ü   

menelan
ü   

Hemoroid


Pendarahan rectum

-
Pola defekasi biasanya



Perkemihan
Ya
Tidak
Disuria

-
Menetes

-
Ragu-ragu

-
Dorongan

-
Hematuria

-
Poliuria

-
Oliguria

-
Inkotinensia

-
Nyeri saat berkemih

-
Batu

-
Infeksi

-







Muskulosketal
Ya
Tidak
Nyeri persendian
ü   

Kekuatan
ü   

Pembekakan sendiri
ü   

Deformitas


Spasme


Kram
ü   

Kelemahan otot
ü   

masalah cara berjalan

-
nyeri punggung
ü   

prostesa

-
Pola latihan olaraga

-
Dampak pada aktivitas sehari-hari
ü   


Sistem endokrin
Ya
Tidak
Intoleran terhadap panas
ü   

Intoleran terhadap dingin
ü   

Goiter

-
Pigmentasi kulit/ tekstur

-
Polifagia

-
Polidipsia

-
Poliuria

-

Sistem saraf pusat
Ya
Tidak
Sakit kepala
ü   

Kejang

-
Sinkope/serangan jantung

-
paralisis


parisis


Masalah koodinasi
ü   

Tic /tremor /spasme


Parastesia


Cedera kepala

-
Masalah memori
ü   


Psikososial
Ya
Tidak
Cemas
ü   

Depresi
ü   

Insomia
ü   

Menangis


Gugup

-
Takut
ü   

Masalah dalam pengambilan keputusan
ü   

Kulitan dalam berkontraksi

-
Mekanisme koping yang digunangan jika ada masalah


Stress saat ini

-
Presepsi tentang kematian


Dampak pada aktivitas sehari-jari



SKALA DEPRESI GERIATRIK YESAVEGE

1.       Apakah anda puas dengan kehidupan anda ? ya
2.       Apakah anda mengurangi hobi atau aktivitas sehari-hari? ya
3.       Apakah anda merasa bahwa hidup anda kosong ? tidak
4.       Apakah anda sering merasa bosan ? tidak
5.       Apakah anda takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada anda ? ya
6.       Apakah anda selalu merasa bahagia ? ya
7.       Apakah anda lebih suka tinggal tinggal di rumah pada malam hari dari pada
Keluar dan melakukan sesuatu yang baru ? ya
8.       Apakah anda merasa tidak berenergi?
9.       Apakah merasa tidak berguna ? tidak
10.   Apakah anda berikir bahwa hidup ini menyenangkan ? ya
11.   Apakah anda berpikir bahwa situasi anda tidak ada harapan ? tidak
12.   Apakah anda berpikir bahwa banyak orang yang lebih baik dari pada anda ? ya
13.   Apakah anda sering putus asa ? tidak
14.   Apakah anda selalu bersemangat ? ya



BAB III PENUTUP

A.      Kesimpulan
Saat istirahat, jantung mempergunakan oksigen dalam jumlah yang cukup besar (75 %) dari aliran darah koroner, lebih besar daripada beberapa organ utama yang lain dalam tubuh. Saat metabolisme, beban kerja otot jantung dan konsumsi oksigen meningkat sehingga kebutuhan akan oksigen meningkat berlipat ganda.
Oksigen tambahan disuplai oleh peningkatan aliran darah arteri koroner, bila aliran darah koroner tidak dapat menyuplai kebutuhan sejumlah oksigen yang diperlukan oleh otot jantung, maka terjadi ketidakseimbangan antara suplai dan kebtuhan.

B . saran
 Pada penderita Angina Pektoris sebaiknya mengkonsumsi obat secara teratur, karena Se angan yang terjadi pada penyakit ini tidak begitu diketahui. Dan kami sarankan juga lebih bnyak membaca buku-buku yang berkaitan dengan sistem cardiovaskuler yang salah satunya gangguan pada angina pectoris .













DAFTAR PUSTAKA
1. Corwin, Elizabeth, Buku Saku Patofisiologi, Jakarta, EGC, 2000.
2. Doenges, Marylinn E, Rencana Asuhan Keperawatan, Jakarta, EGC, 1998
3. Engram, Barbara, Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah volume 2, Jakarta, EGC, 1998
4. Long, C, Barbara, Perawatan Medikal Bedah 2, Bandung, IAPK, 1996
5. Noer, Sjaifoellah, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jakarta, FKUI, 1996
Barbara C. Long, 1989. Medical Surgical Nursing. St. Louis. CV. Mosby Company.
Brunner and Suddarth. 1999. Keperawatan Medikal Bedah. Vol. 2, Alih bahasa: Monica Ester, Edisi 8, EGC, Jakarta.
Donna D. Ignatavicius, 1991. Medical Surgical Nursing, WB. Saunders Company, Philadelphia.
Joyce M. Black, 1997. Medical Surgical Nursing Clinical Management for Continuity of Care. Fifth Edition, WB. Saunders Company, Philadelphia.
Lewis, Sharon Mantik, 2000, Medical Surgical Nursing: Assessment and Management of Clinical Problems. Missouri: Mosby Inc.
Luckmann and Sorensen’s, 1993. Medical Surgical Nursing A Psychophysiologic Approach. Fourth edition.
Mansjoer, Arif dkk (editor), 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi Ketiga, Jilid 2. Penerbit FKUI: Jakarta.
Marilynn E. Doengoes, 1993. Nursing Care Plan. Edition 3, Philadelphia: F.A. Davis Company.
Soeparman, Sarwono Waspadji, 1990. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II. Penerbit FKUI. Jakarta.
Internet www. Googgle.id. com. Angina Pektori
http://nurse87.wordpress.com/2010/12/10/asuhan-keperawatan-pada-klien-dengan-angina-pektoris/







Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "ANGINA PEKTORIS"

Post a Comment