Keracunan Jamur
Jamur merupakan tumbuhan yang dapat dimanfaatkan dalam melakukan survival. Rasanya enak dan bentuknya yang khas sangat mudah untuk dikenali. Jamur biasanya hidup di alam bebas terutama muncul pada waktu musim penghujan atau tempat lembab lainnya. Walaupun banyak diantaranya yang sudah dikenal sebagai jenis jamur yang tidak berbahaya dan dapat dimakan atau digunakan sebagai bahan ramuan obat, tetapi pada umumnya masih tetap merupalan jenis jamur liar.
Kalau sesekali kita berjalan jalan di alam bebas dan menemukan jamur, maka amatilah bentuk dan sifat timbulnya. Bentuk tubuh buah jamur pada umunya tersusun oleh bagian bagian yang dinamakan tudung (pileus), bilah (lamellae), cincin (annulus), batang/tangkai (stipe), cawan (volva), dan akar semu (rhizoids). Sampai saat ini masih belum diketahui, berapa jenis jamur yang dapat dimakan serta dimakan serta berapa jenis yang dapat dimakan dan tidak membahayakan.
Berikut 10 jenis jamur beracun menurut Leni M (2015) tentik.com
Amanita, psalliota, boletus, phallus, coprinus, pholiota, cortinarius, morchella, lactarius, lepiota.
A. Gejala klinis
Gejala klinis keracunan jamur antara lain:
1) keracunan yang diakibatkan makan jamur, yang mengandung racun muskarin mempunyai gejala-gejala:
a. Setelah 5-10 menit si penderita akan mengeluarkan air mata, peluh atau ludah.
b. Penyempitan pupil mata, sesak. nafas, buang air, pusing,
c. Lemah, kolaps, koma, diikuti. kejang- kejang, apabila tidak segera ditolong.dapat. menimbulkan kematian.
2) keracunan akibat racun yang lain, mempunyai gejala-gejala:
B. Penataklaksanaan
1) Muntahkan korban
2) Bilas lambung
3) Jika berat, kirim ke rumah sakit dan diberi antidotum atopin
0 Response to "Keracunan Jamur"
Post a Comment